The Federal Reserve (The Fed) menghadapi tantangan dalam menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung kondisi ketenagakerjaan di Amerika Serikat (AS). Pada September 2026, inflasi tahunan AS mencapai 3,7 persen, sedangkan tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,2 persen. Kondisi ini membuat kebijakan suku bunga menjadi semakin rumit karena langkah untuk menekan inflasi juga berpotensi memperlambat aktivitas ekonomi.
Dalam rapat pada 28 Oktober 2026, The Fed mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,75–4 persen melalui voting 10 banding 2. Bank sentral menilai aktivitas ekonomi masih berkembang dengan kuat, tetapi inflasi belum kembali ke target jangka panjang sebesar 2 persen. Karena The Fed terjepit inflasi dan lapangan kerja, mengapa pada akhirnya mereka harus mempertimbangkan keduanya secara bersamaan?
