Tim Cook Tinggalkan Kursi CEO Apple Setelah Hampir 15 Tahun Memimpin

- Tim Cook resmi mundur sebagai CEO Apple per 1 September 2026 setelah hampir 15 tahun memimpin, dan akan digantikan oleh John Ternus yang kini menjabat kepala divisi teknik perangkat keras.
- Selama kepemimpinan Cook, nilai pasar Apple melonjak dari sekitar 350 miliar dolar AS menjadi lebih dari 4 triliun dolar AS, disertai ekspansi besar pada lini produk dan layanan digitalnya.
- Apple tengah menyiapkan transisi kepemimpinan di tengah sorotan terhadap inovasi AI dan performa produk baru, sementara Cook tetap berperan sebagai executive chairman untuk mendukung arah strategis perusahaan.
Jakarta, IDN Times – Apple menyatakan perubahan kepemimpinan pada Senin (20/4/2026), dengan Tim Cook akan melepas jabatan Chief Executive Officer (CEO) per 1 September 2026. Ia selanjutnya menempati posisi executive chairman, sedangkan peran CEO akan diambil alih oleh John Ternus yang saat ini memimpin divisi teknik perangkat keras dan akan masuk ke jajaran dewan direksi.
Dalam pernyataan resmi perusahaan, Cook menyampaikan pandangannya terkait peran yang ia jalani selama ini.
“Itu telah menjadi hak istimewa terbesar dalam hidup saya untuk menjadi CEO Apple dan telah dipercaya untuk memimpin perusahaan yang luar biasa seperti ini,” kata Cook, dikutip Wired.
1. Apple paparkan rekam jejak Cook dan profil Ternus

Tim Cook yang kini berusia 65 tahun mulai bergabung dengan Apple pada 1998 setelah direkrut langsung oleh Steve Jobs untuk menangani operasional global. Ia kemudian dipercaya memimpin sebagai CEO sejak 2011 dan telah menjalankan peran tersebut selama hampir 15 tahun.
Di sisi lain, John Ternus yang berusia 50 tahun telah berkarier di Apple sejak 2001 dan menjabat sebagai senior vice president of hardware engineering sejak 2021. Ia terlibat dalam pengembangan berbagai produk seperti iPad, AirPods, serta sejumlah generasi iPhone, Mac, dan Apple Watch.
Cook menggambarkan Ternus sebagai sosok insinyur yang memiliki semangat inovasi serta memimpin dengan integritas dan kehormatan. Ia juga menilai Ternus sebagai visioner dengan kontribusi panjang di Apple, sekaligus figur yang diyakini mampu membawa perusahaan ke tahap berikutnya.
Ternus menyampaikan komitmennya terkait peran baru tersebut dalam pernyataan resminya.
“Saya merasa rendah hati untuk melangkah ke dalam peran ini, dan saya berjanji untuk memimpin dengan nilai-nilai dan visi yang telah mendefinisikan tempat istimewa ini selama setengah abad,” ujar Ternus, dikutip The Guardian.
2. Apple catat lonjakan bisnis selama kepemimpinan Cook

Dilansir Al Jazeera, selama dipimpin Cook, Apple mengalami peningkatan besar dalam nilai perusahaan dan kinerja keuangan. Kapitalisasi pasar naik dari sekitar 350 miliar dolar AS (setara Rp5,95 kuadriliun) menjadi lebih dari 4 triliun dolar AS (setara Rp68 kuadriliun), sementara pendapatan tahunan meningkat hampir empat kali lipat dari 108 miliar dolar AS (setara Rp1,8 kuadriliun) pada tahun fiskal 2011 menjadi lebih dari 416 miliar dolar AS (setara Rp7 kuadriliun) pada tahun fiskal 2025.
Selain pertumbuhan finansial, Apple juga memperluas portofolio produknya melalui peluncuran Apple Watch, AirPods, dan Apple Vision Pro. Perusahaan turut mengembangkan layanan digital seperti iCloud, Apple Pay, Apple TV+, dan Apple Music, sementara iPhone tetap menjadi kontributor utama dengan catatan kuartal penjualan terbaik yang didorong pemulihan permintaan di China.
3. Apple hadapi tantangan inovasi dan siapkan transisi

Di tengah kinerja kuat pada lini telepon dan komputer, Apple sempat mendapat sorotan terkait laju inovasi dalam teknologi kecerdasan buatan (AI). Perusahaan lebih sering mengadopsi teknologi AI dari pihak ketiga ke dalam produk seperti Siri dibandingkan mengembangkan sistem secara mandiri.
Produk seperti Apple Vision Pro belum menunjukkan tingkat permintaan yang tinggi dari konsumen, sementara proyek kendaraan otonom yang dikenal sebagai Apple Car dihentikan. Dalam peran barunya sebagai executive chairman, Cook tetap terlibat dalam mendukung perusahaan, termasuk menjalin komunikasi dengan pembuat kebijakan di berbagai negara, mengikuti pola transisi yang juga dilakukan oleh Jeff Bezos di Amazon dan Reed Hastings di Netflix.
Rencana pergantian kepemimpinan ini telah dibahas secara internal dalam beberapa waktu terakhir. John Ternus dipandang sebagai kandidat paling kuat dari internal perusahaan karena pengalaman panjang serta hubungan kerja langsung dengan Cook dalam beberapa tahun terakhir.


















