Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Trump Umumkan Operasi Economic D-Day buat Lawan Iran, Apa Itu?
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengumumkan Economic D-Day untuk mengisolasi dan menghancurkan ekonomi Iran, dengan ancaman konsekuensi besar bagi negara atau entitas yang memberi bantuan kepada Teheran.

  • Trump menyebutnya operasi ekonomi paling menghancurkan AS dan melanjutkan pendekatan sanksi seperti Economic Furry, setelah strategi militer dinilai gagal melumpuhkan Iran.

  • Konflik AS-Iran belum selesai karena perbedaan soal perdamaian; meski sempat menolak negosiasi, Trump menyatakan bersedia melanjutkan perundingan jika Iran siap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mendeklarasikan operasi Economic D-Day untuk melawan Iran. Economic D-Day sendiri merupakan operasi yang bertujuan untuk menghancurkan kondisi ekonomi Iran. Lewat operasi ini, Trump akan melarang semua negara di dunia untuk melakukan kerja sama dengan Iran, terutama dalam hal ekonomi. Jika melanggar, maka Trump akan memberikan sanksi ekonomi yang berat untuk negara tersebut. 

“Hari ini, saya mengumumkan bahwa negara mana pun yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberikan bantuan apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar. Ini akan menjadi Hari H-Ekonomi dan kita membutuhkan semua sekutu kita untuk berdiri bersama AS untuk mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran,” tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Rabu (19/8/2026).

1. Trump menyebut Economic D-Day jadi operasi ekonomi paling menghancurkan

potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Dalam pernyataannya, Trump menyebut Economic D-Day sebagai operasi ekonomi “Paling menghancurkan” yang pernah dilakukan AS terhadap negara mana pun. Oleh karena itu, Trump yakin bisa menghancurkan ekonomi Iran dengan mudah melalui operasi tersebut.

“Tidak ada seorang pun yang memberi Republik Islam Iran kesempatan lebih besar untuk membuat kesepakatan selain saya. Tragisnya, bagi mereka, mereka gagal memanfaatkannya. Oleh karena itu, hari ini, saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun!” kata Trump.

2. Trump sebelumnya sudah melakukan operasi Economic Furry terhadap Iran

potret jalan di Kota Teheran, Iran (pexels.com/Mohammad hassan Taheri)

Sebelum ini, Trump sebetulnya sudah melakukan operasi Economic Furry terhadap Iran. Operasi ini diluncurkan sejak awal berperang dengan Iran pada 28 Februari lalu. Sama dengan Economic D-Day, operasi Economic Furry juga dilakukan guna menghancurkan kondisi fundamental ekonomi Iran. Caranya adalah dengan meningkatkan sanksi ekonomi terhadap negara mayoritas Islam Syiah tersebut. 

Semua operasi ini merupakan janji Trump untuk mengalahkan Iran. Sebab, Trump saat ini mulai mengandalkan strategi ekonomi dibanding strategi militer untuk mengalahkan Teheran. Ia percaya bahwa cara ini lebih efektif setelah agresi militer gagal melumpuhkan mereka. Wakil Presiden AS, JD Vance, belum lama ini juga mengatakan bahwa AS akan terus melakukan konfrontasi ekonomi terhadap Iran. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan sanksi ekonomi untuk mereka.   

3. Konflik AS dan Iran masih belum usai

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Hingga saat ini, konflik antara AS dan Iran masih belum usai. Sebab, meski sudah tidak saling serang, Washington dan Teheran masih perang dingin karena berbeda pendapat soal kesepakatan perdamaian kedua negara. Hal ini lantas membuat upaya perdamaian kedua negara terhambat. 

Pada Selasa (18/8/2026) lalu, Trump mengatakan dirinya tidak berniat melakukan negosiasi damai dengan Iran. Padahal, nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang sudah disepakati AS dan Iran kini sudah kedarluarsa. Namun, dalam pernyataannya pada Rabu, Trump berubah pikiran. Ia mengatakan bersedia melanjutkan perundingan dengan Iran jika mereka siap. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article