ilustrasi penurunan ekonomi (pixabay.com/Gerd Altmann)
Defisit yang besar membuat pemerintah perlu terus mencari pembiayaan untuk menutup selisih antara penerimaan dan pengeluaran. CBO memperkirakan utang federal yang dipegang publik setara dengan 101 persen dari PDB pada 2026 dan dapat meningkat menjadi 120 persen pada 2036 berdasarkan proyeksi saat ini. CBO juga memperkirakan defisit tahunan meningkat dari sekitar US$1,9 triliun pada 2026 menjadi US$3,1 triliun pada 2036.
Besarnya kewajiban tersebut dapat membuat pemerintah memiliki ruang yang lebih terbatas ketika menghadapi perlambatan ekonomi atau kebutuhan belanja mendadak. Jika pemerintah harus menambah utang ketika biaya pinjaman sudah tinggi, beban bunga dapat meningkat lebih cepat. Karena itu, perkembangan utang AS menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan investor ketika menilai arah pasar obligasi dan kondisi ekonomi global.
Utang pemerintah AS tembus US$40 triliun bukan berarti mereka langsung menghadapi masalah pembayaran, tetapi angka tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pembiayaan yang harus dikelola. Dampaknya dapat terlihat melalui pembayaran bunga, pergerakan yield Treasury, biaya pinjaman, hingga ruang pemerintah dalam mengelola anggaran. Dengan kondisi utang dan yield yang sama-sama tinggi, perkembangan kebijakan fiskal dan pasar obligasi AS akan menjadi faktor penting bagi pasar keuangan global.