Utang Pinjol Meledak! Tembus Rp 100,69 Triliun, Melonjak 25,75 Persen

- OJK mencatat pembiayaan pinjol tembus Rp100,69 triliun per Februari 2026, naik 25,75 persen secara tahunan dibandingkan periode sebelumnya.
- Tingkat risiko kredit macet fintech P2P lending meningkat menjadi 4,54 persen pada Februari 2026 dari posisi Januari sebesar 4,38 persen.
- Pembiayaan industri pergadaian tumbuh signifikan 61,78 persen menjadi Rp152,4 triliun, sementara modal ventura naik tipis 0,78 persen dengan nilai Rp16,46 triliun.
Jakarta, IDN Times - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lonjakan pembiayaan pinjaman online (pinjol) yang mencapai Rp 100,69 triliun per Februari 2026, tumbuh 25,75 persen secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, mengatakan nilai outstanding pinjol tersebut juga naik dibandingkan Januari 2026 yang sebesar Rp 98,54 triliun.
“Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan per Februari 2026 tumbuh 25,75 persen secara year-on-year dengan nilai nominal sebesar Rp 100,69 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Maret 2026 secara daring, Senin (6/4/2026).
1. Tingkat risiko kredit macet naik per Februari

Di sisi lain, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 fintech P2P lending per Februari 2026 tercatat sebesar 4,54 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 4,38 persen.
“Tingkat risiko kredit secara agregat atau TWP90 berada di posisi 4,54 persen,” ujarnya.
2. Pembiayaan industri pergadaian tumbuh 61,78 persen

Selain itu, pembiayaan industri pergadaian per Februari 2026 tumbuh 61,78 persen secara tahunan menjadi Rp 152,4 triliun. Seiring dengan itu, nilai aset industri pergadaian meningkat dari Rp 171,07 triliun pada Januari 2026 menjadi Rp 182,71 triliun pada Februari 2026.
“Pembiayaan terbesar di industri pergadaian disalurkan dalam bentuk produk gadai, yakni sebesar Rp 126 triliun atau 83,01 persen dari total pembiayaan,” jelasnya.
3. Pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 tumbuh 0,78 persen

Sementara itu, pembiayaan modal ventura pada Februari 2026 tumbuh 0,78 persen secara tahunan dengan nilai pembiayaan sebesar Rp16,46 triliun.
"Nilai aset industri modal ventura juga meningkat, meski relatif terbatas," tegasnya.
Secara keseluruhan di sektor PVML, OJK mencatat piutang perusahaan pembiayaan meningkat 1,01 persen secara year on year menjadi Rp512,14 triliun pada Februari 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh pembiayaan modal kerja yang naik 8,31 persen.
Profil risiko perusahaan pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio non-performing financing (NPF) gross sebesar 2,78 persen dan net sebesar 0,81 persen, masih di bawah ambang batas 5 persen. Sementara itu, gearing ratio tercatat sebesar 2,13 kali atau masih jauh di bawah batas maksimum 10 kali.


















