WIKA Lepas Seluruh Kepemilikan Saham di Hotel Indonesia Group

- PT Wijaya Karya Realty resmi melepas seluruh 49 persen sahamnya di PT Hotel Indonesia Group kepada PT Hotel Indonesia Natour dengan nilai transaksi mencapai Rp7,8 miliar.
- Setelah divestasi ini, PT Hotel Indonesia Natour menjadi pemegang penuh saham HIG, memperkuat posisi sebagai pengendali utama dalam jaringan perhotelan milik negara.
- Langkah pelepasan saham dilakukan untuk memperbaiki kinerja keuangan WIKA Realty, meningkatkan laba dan likuiditas, serta mendukung akselerasi industri pariwisata nasional.
Jakarta, IDN Times - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) melalui anak usahanya, PT Wijaya Karya Realty (WR) mengumumkan aksi korporasi pelepasan kepemilikan seluruh saham alias divestasi di PT Hotel Indonesia Group (HIG).
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (9/3/2026), WR melepas 49 persen saham di HIG, atau setara 1.470 lembar saham.
1. Nilai transaksi tembus Rp7,8 miliar

Adapun nilai transaksi pelepasan saham itu mencapai Rp7,8 miliar. Seluruh saham WR yang dilepas itu dialihkan ke PT Hotel Indonesia Natour (HIN) atau InJourney Hospitality.
"Pada tanggal 26 Februari 2026, WR, HIN dan HIG telah menandatangani Perubahan dan Pernyataan Kembali Kedua Atas Perjanjian Pengalihan Saham Bersyarat sebagai komitmen final atas skema dan nilai transaksi sebagaimana telah dijelaskan di atas," tulis keterangan manajemen WIKA.
2. HIN bakal kantongi seluruh saham HIG

HIN sebelumnya telah menjadi pemegang saham pengendali HIG, dengan persentase sebesar 51 persen. Kepemilikan HIN itu tercatat sebagai saham seri A Pemerintah Indonesia pada HIG. Sementara, kepemilikan saham WIKA melalui WR sebesar 49 persen tercatat sebagai saham seri B pemerintah pada HIG.
Dengan transaksi tersebut, maka HIN akan memegang saham HIG secara menyeluruh.
3. Demi tingkatkan kinerja keuangan anak usaha WIKA

Manajemen WR menyatakan, transaksi itu dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
"Dengan dilakukannya transaksi maka akan mendorong kenaikan laba, likuiditas dan solvabilitas WR yang dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan serta mendukung program akselerasi industri pariwisata dan perhotelan Indonesia sehingga akan memberikan reputasi positif sebagai BUMN yang terus berkembang," tulis manajemen WR.


















