Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Zulhas Akui Ada Pemborosan Anggaran MBG Rp1 Triliun per Bulan
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis (MBG) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (ANTARA FOTO/Andri Saputra)
  • Zulkifli Hasan mengakui adanya pemborosan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp1 triliun per bulan akibat membengkaknya jumlah dapur SPPG dari 21 ribu menjadi 27.877 titik.
  • Pemerintah menemukan pelanggaran dalam pemilihan pemasok bahan baku SPPG yang seharusnya berasal dari UMKM atau koperasi lokal, namun banyak tidak mematuhi aturan tersebut.
  • Meski ada dugaan korupsi dan penahanan pejabat BGN, pemerintah menegaskan program MBG tetap berjalan dengan rencana penataan ulang manajemen selama satu bulan ke depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
tahun lalu

Kejanggalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai terendus. Pada periode ini, Kejaksaan Agung menahan tiga pimpinan BGN, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung terkait dugaan korupsi tata kelola MBG.

Januari tahun lalu

Program MBG mulai dijalankan dengan pembagian makanan bergizi selama enam hari per pekan di berbagai titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

akhir Mei 2026

Periode pelaksanaan program MBG direncanakan berlangsung hingga waktu ini sesuai keterangan pemerintah.

kini

Zulkifli Hasan mengakui adanya pemborosan anggaran MBG hingga Rp1 triliun per bulan akibat membengkaknya jumlah SPPG. Pemerintah berencana melakukan penataan ulang program tersebut selama satu bulan agar lebih efisien dan sesuai arahan Presiden.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Zulkifli Hasan mengakui adanya pemborosan anggaran dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai sekitar Rp1 triliun per bulan akibat membengkaknya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
  • Who?
    Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penyelenggara MBG, Zulkifli Hasan, bersama jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) dan pihak Kejaksaan Agung yang menangani kasus terkait.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta, sementara pelaksanaan program MBG berlangsung di berbagai wilayah Indonesia melalui ribuan titik SPPG.
  • When?
    Keterangan disampaikan pada tahun berjalan, dengan data pemborosan dihitung sejak Januari tahun lalu hingga akhir Mei 2026.
  • Why?
    Pemborosan terjadi karena jumlah titik SPPG meningkat dari target 21 ribu menjadi 27.877 titik serta adanya dugaan jual-beli titik dan pelanggaran aturan pemilihan pemasok bahan baku.
  • How?
    Pemerintah berencana melakukan penataan ulang program MBG selama satu bulan dengan mengganti manajemen BGN dan memperbaiki sistem agar sesuai kebijakan Presiden.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Zulhas bilang uang untuk program makan bergizi dipakai terlalu banyak, sampai satu triliun tiap bulan. Katanya dapur yang masak makanan jadi kebanyakan dari rencana awal. Ada juga yang salah pilih tempat beli bahan makanan. Sekarang pemerintah mau rapikan lagi supaya programnya bisa jalan baik dan tidak boros uang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pengakuan terbuka Zulhas mengenai pemborosan anggaran MBG menunjukkan adanya transparansi dan keseriusan pemerintah dalam mengoreksi pelaksanaan program penting tersebut. Dengan rencana penataan menyeluruh dan pembentukan manajemen baru, langkah ini menandakan komitmen untuk memperbaiki tata kelola agar tujuan utama program, yakni peningkatan gizi masyarakat, dapat tercapai lebih tepat sasaran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan alias Zulhas selaku Ketua Tim Koordinasi Penyelenggara program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengakui adanya pemborosan anggaran program tersebut hingga Rp1 triliun per bulan.

“Kalau 6.877 penambahan, kalau Rp6 juta 1 hari, maka 1 bulan ada pengeluaran lebih dari Rp1 triliun, pemborosan,” kata Zulhas di Jakarta.

Dengan angka itu, maka dalam 1 tahun, terjadi pembengkakan anggaran MBG hingga Rp12 triliun.

1. Jumlah SPPG membengkak

Pemerintah membeberkan permasalahan di program Makan Bergizi Gratis (MBG). (dok. Kemenko Pangan)

Pemborosan anggaran MBG disebabkan adanya pembengkakan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Dari targetnya hanya 21 ribu titik, membengkak jadi 27.877 titik.

“Misalnya terjadi jual-beli titik yang seharusnya rencana awal titik itu 21 ribu, tapi sekarang sudah ada 27.877 titik. Nah, ada membengkak 6.877 titik,” ujar Zulhas.

Sebagai informasi, per harinya, SPPG mendapatkan dana Rp6 juta. Sejak Januari tahun lalu sampai akhir Mei 2026, MBG dibagikan selama 6 hari dalam satu pekan.

Dengan asumsi per bulan ada 4 pekan, maka setiap SPPG mendapatkan Rp144 miliar per bulan. Lalu, angka itu dikali jumlah SPPG yang berlebih, yakni 6.877 titik, maka pemborosan anggarannya sekitar Rp990,3 miliar, nyaris mendekati Rp1 triliun.

2. Temukan SPPG tak patuhi aturan soal pemilihan pemasok

Ilustrasi kunjungan ke salah SPPG di Kota Semarang. (IDN Times/bt)

Selain masalah pemborosan anggaran dan jual-beli titik SPPG, pemerintah juga menemukan adanya pelanggaran dalam pemilihan pemasok bahan baku ke SPPG.

SPPG diharuskan mengambil bahan baku dari pemasok di desa atau wilayah sekitar, baik dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekitar, atau dari desa lainnya.

“Nah itu juga banyak ditemukan oleh Ibu Nanik (Kepala BDGN) dan teman-teman, banyak terjadi pelanggaran. Karena atas perintah Pak Presiden, SPPG ini harus bisa menumbuhkan apa namanya ekonomi yang ada di daerah setempat,” kata Zulhas.

3. Pemerintah bakal lakukan penataan program MBG

SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Sikap pemerintah kian menegaskan program MBG tak akan dihentikan, meski sudah banyak terjadi pelanggaran. Adapun kejanggalan program MBG sudah terendus sejak tahun lalu, dan puncaknya saat Kejaksaan Agung (Kejagung) menahan tiga pimpinan BGN, yakni Kepala BGN, Dadan Hindayana; dan dua wakilnya, Sony Sonjaya serta Lodewyk Pusung terkait kasus dugaan korupsi tata kelola MBG.

Zulhas mengatakan, pemerintah akan melakukan penataan ulang program MBG, dan membutuhkan waktu satu bulan.

“Oleh karena itu perlu penataan yang menyeluruh oleh Kepala BGN dan wakil kepala dan tim yang baru, manajemen yang baru, untuk membenahi program yang sangat penting, program pokok, dan kebijakan-kebijakan yang sungguh-sungguh bisa sesuai harapan Bapak Presiden,” ucap Zulhas.

Editorial Team

Related Article