Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Manfaatkan Teknologi, Astra Agro Tingkatkan Efektivitas di Perkebunan

Manfaatkan Teknologi, Astra Agro Tingkatkan Efektivitas di Perkebunan
Kepala Pabrik PT GSIP Denis Setyawan mengenalkan teknologi dan aplikasi yang dipakai dalam proses panen hingga pengolahan. (IDN Times/Dheri)
Intinya Sih
  • Astra Agro menerapkan teknologi dan digitalisasi dari panen hingga pengolahan sawit, dengan pengelolaan berbasis data serta prinsip keberlanjutan dan tata kelola perusahaan.
  • Pekerja mencatat data panen melalui aplikasi, yang diverifikasi mandor dan dipantau pusat; sistem ini menjadi dasar penggajian, pemerataan tugas, dan pengambilan keputusan.
  • Perusahaan mengembangkan varietas AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL Nirmala tahan ganoderma, serta pupuk hayati mikroba yang dapat mengurangi pupuk kimia hingga 25 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kotawaringin Barat, IDN Times - PT Astra Agro Lestari Tbk memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan perkebunan sawit. Teknologi digunakan mulai dari proses pemetikan buah hingga pengembangan riset.

Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro Hubbal Khoir Sembiring mengatakan, pemanfaatan teknologi juga memperkuat pengelolaan perkebunan berbasis data. Hubbal menegaskan, pengelolaan yang berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan bagian yang tidak terpisahkan dari model bisnis Astra Agro.

“Bagi Astra Agro, sustainability harus hadir dalam setiap proses operasional. Kami mengombinasikan people, plant, dan planet tentang bagaimana perusahaan mengembangkan manusianya, menjaga produktivitas tanaman, sekaligus memastikan lingkungan tetap terpelihara. Semua itu harus dijalankan dengan GCG (Good Corporate Governance) sebagai fondasi agar setiap proses bisnis berlangsung secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujar Hubbal di Kotawaringin Barat, Kamis (30/7/2026).

1. Teknologi dan digitalisasi diterapkan sejak proses panen buah

Ilustrasi tandan buah segar kelapa sawit yang baru dipanen.
Ilustrasi tandan buah segar kelapa sawit yang baru dipanen. (IDN Times/Dheri Agriesta).

Kepala Kebun PT GSIP, anak perusahaan Astra Agro, Denis Setyawan mengatakan, setiap pekerja mulai dari pemanen hingga mandor-mandor dibekali gadget yang memiliki aplikasi untuk mencatat data panen. Pemanen akan memberikan cap tanda pada tandan buah segar (TBS) dan memasukkan datanya ke gawai.

Nantinya, mandor akan mengecek data buah yang telah dipanen pemanen. Data itu akan dicocokkan melalui aplikasi di gawai. Proses itu dilanjutkan pada tahapan berikutnya seperti pengangkutan, penimbangan, dan pengolahan.

"Digitalisasi ini bikin lebih efektif secara waktu, data yang diinput bapak-bapak ini (pemanen, mandor, hingga pengangkut) langsung bisa dilihat datanya, ketepatan data 100 persen," kata Denis sambil memperlihatkan proses panen hingga angkut kepada media di perkebunan.

Selain menerapkan digitalisasi, Denis juga menekankan penerapan teknologi pada proses pengangkutan tandan buah segar (TBS). Buah yang telah dipanen, kini tak lagi diangkut secara manual ke atas truk.

Astra Agro menggunakan crane dump truck buat mengangkut TBS tersebut. Penggunaan teknologi ini juga menghemat waktu dan membuat pekerjaan jadi lebih efektif.

"Sebelum ini waktu manual kita perlu empat orang, satu driver dan tiga helper untuk bongkar muat. Sekarang setelah pakai crane dan net ini, butuh dua orang, driver dan helper," kata Denis.

2. Data jadi modal pengambilan keputusan

Pekerja PT GSIP, anak perusahaan Astra Agro Lestari, membawa TBS menuju titik pengumpulan. (IDN Times/Dheri A)
Pekerja PT GSIP, anak perusahaan Astra Agro Lestari, membawa TBS menuju titik pengumpulan. (IDN Times/Dheri A)

Denis menambahkan, data yang diinput ke dalam aplikasi itu menjadi dasar buat pembayaran gaji. Tak cuma itu, data panen dan produksi juga bisa dilihat kantor pusat setelah H+1.

VP Corporate Communication Astra Agro Lestari M Husni mengamini, penggunaan teknologi dan digitalisasi membuat sistem kerja lebih baik. Ia menambahkan, para pekerja juga bisa mendapat tugas secara merata.

Digitalisasi juga memudahkan kantor pusat memantau operasional perkebenunan di lapangan. Data-data yang masuk bisa menjadi dasar pengambilan keputusan lebih baik.

"Pengontrolan dari lapangan dan kantor pusat itu juga lebih cepat, pengambilan keputusan ke depannya lebih bagus," kata Husni.

3. Riset hasilkan tiga varietas unggul

Ilustrasi buah tandan buah segar (TBS) usai panen di kebun milik PT GSIP.
Ilustrasi buah tandan buah segar (TBS) usai panen di kebun milik PT GSIP. (IDN Times/Dheri)

Astra Agro juga menampilkan tiga varietas unggul yang dihasilkan tim riset mereka. Ketiga varietas sawit itu adalah AAL Lestari, AAL Sejahtera, dan AAL nirmala.

Ketiga varietas ini terus dikembangkan agar memiliki ketahanan terhadap neyakit ganoderma. Tak cuma riset terhadap bibit unggul, Astra Agro juga mengembangkan pupuk hayati berbasis mikroba.

Pupuk hayati itu dirancang buat membantu meningkatkan penyerapan hara dan kesuburan tanah. Dengan pupuk hayati berbasis mikroba ini, penggunaan pupuk kimia bisa dikurangi hingga 25 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More