Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi usaha toko bunga (pexels.com/Amina Filkins)
Intinya sih...
  • Usaha rumahan sering dianggap sampingan, tanpa target pendapatan jelas dan rencana pengembangan.
  • Banyak pelaku usaha tidak melakukan riset pasar sebelum menentukan produk, berdampak pada harga dan strategi promosi.
  • Pelaku usaha sering mencampuradukkan kepuasan pribadi dengan kepentingan bisnis, mengabaikan keuangan pribadi dan usaha.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Usaha rumahan kerap dipilih karena dinilai fleksibel, bermodal kecil, dan bisa dijalankan dari rumah oleh siapa saja. Di Indonesia, jenis usaha ini banyak diminati ibu rumah tangga, pekerja lepas, hingga karyawan yang ingin memiliki penghasilan tambahan di luar pekerjaan utama. Kemudahan akses media sosial dan platform digital juga membuat usaha rumahan terlihat semakin mudah dimulai.

Namun, di balik narasi tersebut, tidak sedikit usaha rumahan justru berhenti di tengah jalan pada tahun-tahun awal. Penyebabnya sering kali bukan karena produk tidak laku, melainkan karena kesalahan finansial sejak tahap perencanaan yang jarang disadari. Agar hal serupa tidak terulang, penting untuk memahami berbagai kesalahan finansial saat memulai usaha rumahan yang akan dibahas dalam artikel ini.

1. Menganggap usaha rumahan hanya sebagai usaha sampingan

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi usaha buka toko (pexels.com/freepik)

Salah satu kesalahan finansial saat memulai usaha rumahan yang paling sering terjadi adalah menganggap bisnis tersebut sekadar usaha sampingan. Pola pikir ini membuat pelaku usaha menjalankan bisnis tanpa target pendapatan yang jelas, tanpa proyeksi keuangan, dan tanpa rencana pengembangan jangka menengah maupun panjang. Akibatnya, usaha hanya berjalan mengikuti waktu luang dan kondisi emosional, bukan berdasarkan strategi finansial yang terukur.

Ketika sebuah usaha sejak awal tidak diposisikan sebagai sumber penghasilan yang serius, kerugian kecil cenderung dianggap wajar dan tidak segera dievaluasi. Banyak pelaku usaha membiarkan pengeluaran membengkak atau penjualan stagnan karena merasa usaha ini tidak terlalu penting. Padahal, sikap tersebut justru membuat usaha rumahan sulit berkembang dan rawan berhenti di tengah jalan.

2. Tidak melakukan riset pasar sebelum menentukan produk

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi berpikir (pexels.com/Michael Burrows)

Kesalahan finansial berikutnya adalah langsung menentukan produk tanpa melakukan riset pasar terlebih dahulu. Banyak pelaku usaha rumahan memulai bisnis berdasarkan asumsi pribadi, tren media sosial, atau meniru usaha orang lain yang terlihat sukses. Tanpa pemahaman pasar yang memadai, produk yang dijual belum tentu sesuai dengan kebutuhan, kebiasaan, dan daya beli calon konsumen.

Ketiadaan riset pasar juga berdampak pada kesalahan menentukan harga dan strategi promosi. Produk bisa terlalu mahal untuk target pasar atau justru terlalu murah sehingga merugikan secara finansial. Dalam jangka panjang, usaha yang dibangun tanpa riset cenderung sulit bertahan karena berjalan berdasarkan perkiraan, bukan data dan realitas pasar.

3. Bias emosional karena usaha berawal dari hobi

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi berkebun (pexels.com/cottonbro studio)

Banyak usaha rumahan lahir dari hobi yang kemudian dijadikan peluang bisnis. Kondisi ini memang memberi keuntungan dari sisi keterampilan, tetapi juga berisiko memunculkan bias emosional dalam pengambilan keputusan keuangan. Pelaku usaha sering kali mencampuradukkan kepuasan pribadi dengan kepentingan bisnis.

Bias ini terlihat ketika pelaku usaha enggan menaikkan harga karena takut pelanggan kecewa, tetap memproduksi barang meski permintaan menurun, atau membeli peralatan mahal demi kesenangan pribadi. Keputusan-keputusan tersebut tampak sepele, tetapi dapat menggerus keuangan usaha secara perlahan. Jika tidak disadari, usaha akan sulit berkembang karena lebih didorong emosi daripada perhitungan bisnis.

4. Mencampur keuangan pribadi dan keuangan usaha

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi uang (pexels.com/Karolina Grabowska)

Mencampur keuangan pribadi dan keuangan usaha masih menjadi kesalahan finansial yang sangat umum dalam usaha rumahan. Banyak pelaku usaha menggunakan satu rekening untuk semua transaksi, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun operasional bisnis. Akibatnya, arus kas menjadi tidak jelas dan sulit dilacak secara akurat.

Kondisi ini membuat pelaku usaha kesulitan mengetahui apakah bisnisnya benar-benar menghasilkan keuntungan atau hanya sekadar berputar. Evaluasi keuangan menjadi bias karena pengeluaran pribadi sering tercampur dengan biaya usaha. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menghambat usaha untuk tumbuh lebih profesional dan berisiko memicu masalah keuangan keluarga.

5. Jam kerja sendiri tidak dihitung sebagai biaya

ilustrasi waktu (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare)
ilustrasi waktu (pexels.com/Jeffrey Paa Kwesi Opare)

Kesalahan finansial yang sering luput disadari dalam usaha rumahan adalah tidak menghitung jam kerja sendiri sebagai biaya. Banyak pelaku usaha menganggap waktu dan tenaga yang mereka keluarkan tidak perlu diperhitungkan karena dikerjakan dari rumah. Padahal, secara ekonomi, tenaga kerja tetap memiliki nilai yang memengaruhi struktur biaya usaha.

Akibatnya, harga jual produk sering kali dipasang terlalu rendah dan tidak mencerminkan biaya sebenarnya. Usaha terlihat menguntungkan secara kas, tetapi sebenarnya merugikan secara waktu dan energi. Jika kondisi ini berlangsung lama, pelaku usaha berisiko mengalami kelelahan tanpa imbal hasil yang sepadan, sehingga motivasi untuk melanjutkan usaha pun menurun.

6. Menetapkan harga jual tanpa perhitungan matang

ilustrasi menghitung (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi menghitung (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kesalahan finansial saat memulai usaha rumahan yang sering terjadi adalah menetapkan harga jual tanpa perhitungan yang menyeluruh. Banyak pelaku usaha menentukan harga hanya berdasarkan perkiraan, mengikuti kompetitor, atau sekadar ingin cepat laku di pasaran. Padahal, setiap usaha memiliki struktur biaya yang berbeda dan tidak bisa disamakan begitu saja.

Ketika harga tidak dihitung secara matang, usaha berisiko mengalami margin keuntungan yang terlalu tipis atau bahkan merugi. Harga yang terlalu murah memang terlihat menarik, tetapi tidak selalu berkelanjutan dalam jangka panjang. Tanpa perhitungan biaya produksi, tenaga, dan risiko usaha, stabilitas keuangan bisnis akan sulit tercapai.

7. Mengabaikan kebocoran finansial mikro

ilustrasi menghitung (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi menghitung (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Kebocoran finansial mikro sering kali luput dari perhatian pelaku usaha rumahan karena nilainya terlihat kecil. Pengeluaran seperti subsidi ongkir, diskon karena tidak enak menolak, atau bonus kecil yang diberikan berulang kali sering dianggap sebagai strategi menjaga pelanggan. Namun, jika dilakukan tanpa perhitungan, kebiasaan ini justru menjadi beban keuangan.

Dalam jangka waktu tertentu, kebocoran mikro dapat menggerus margin keuntungan secara signifikan. Usaha terlihat berjalan normal dari luar, tetapi secara finansial mengalami tekanan yang tidak disadari. Tanpa pencatatan detail, pelaku usaha sulit mengetahui sumber kebocoran yang membuat laba tidak pernah maksimal.

8. Terlalu bergantung pada dana keluarga tanpa batas risiko

ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi uang (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Banyak usaha rumahan memanfaatkan dana keluarga sebagai modal awal, seperti tabungan atau uang belanja. Kesalahan muncul ketika penggunaan dana tersebut tidak disertai batas risiko yang jelas. Pelaku usaha cenderung terus menambah modal dengan harapan usaha akan membaik seiring waktu.

Tanpa batas maksimal kerugian, stabilitas keuangan keluarga menjadi taruhannya. Dana penting yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan mendesak atau masa depan berpotensi terkuras. Jika usaha gagal, dampaknya tidak hanya dirasakan bisnis, tetapi juga seluruh anggota keluarga.

9. Tidak menggaji diri sendiri secara jelas

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi uang (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Kesalahan finansial lain yang sering terjadi adalah tidak menetapkan gaji untuk diri sendiri sebagai pelaku usaha. Banyak orang mengambil uang usaha sesuai kebutuhan pribadi tanpa perhitungan dan jadwal yang jelas. Praktik ini membuat keuangan usaha sulit dikontrol dan dievaluasi.

Tanpa pemisahan antara gaji dan laba, pelaku usaha tidak pernah benar-benar tahu performa bisnisnya. Keuangan pribadi dan usaha terus bercampur, sehingga usaha sulit berkembang secara profesional. Menetapkan gaji sejak awal membantu menciptakan struktur keuangan yang lebih sehat dan terukur.

10. Tidak menyiapkan exit strategy sejak awal

10 Kesalahan Finansial saat Mulai Usaha Rumahan, Sering Dianggap Sepele
ilustrasi cemas (pexels.com/jcomp)

Sebagian besar pelaku usaha rumahan memulai bisnis tanpa memikirkan kapan usaha sebaiknya dihentikan. Fokus hanya tertuju pada cara bertahan, meski secara finansial usaha sudah menunjukkan tanda-tanda tidak sehat. Kondisi ini membuat pelaku usaha terus menanggung kerugian tanpa arah yang jelas.

Tanpa exit strategy, modal bisa habis secara perlahan dan tekanan finansial terhadap keluarga semakin besar. Stres emosional dan kelelahan pun sering menyertai kondisi ini. Dalam dunia bisnis, kemampuan menentukan kapan harus berhenti merupakan bagian penting dari strategi keuangan yang bijak.

Memahami berbagai kesalahan finansial saat memulai usaha rumahan dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan yang lebih rasional dan terukur sejak awal. Dengan perencanaan yang matang serta disiplin dalam mengelola keuangan, usaha rumahan tidak hanya berpeluang bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Pada akhirnya, kesadaran finansial menjadi fondasi penting agar usaha rumahan benar-benar memberi dampak positif bagi kondisi ekonomi keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

17 Ide Jualan Ramadan Paling Laris yang Bisa Kamu Mulai dari Rumah

07 Feb 2026, 05:05 WIBBusiness