Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Perbedaan Capex dan Opex dalam Keuangan Perusahaan

ilustrasi CapEx dan OpEx (pexels.com/Tiger Lily)
ilustrasi CapEx dan OpEx (pexels.com/Tiger Lily)
Intinya sih...
  • Tujuan perusahaan memiliki capex dan opex: Capex adalah investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas perusahaan, sedangkan opex adalah biaya rutin agar perusahaan tetap berjalan.
  • Berapa kali perusahaan melakukan capex dan opex?: Capex dilakukan saat membutuhkan aset baru, sementara opex dilakukan secara rutin seperti pembayaran gaji karyawan setiap bulan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Capex atau capital expenditure dan opex atau operational expenditure adalah dua jenis pengeluaran perusahaan yang mempengaruhi laba bersih. Ketika sebuah perusahaan berada dalam dua pilihan antara membeli aset besar seperti mesin baru atau justru sewa layanan cloud, di sinilah pentingnya memahami capex dan opex.

Karena keputusan tersebut tidak hanya mempengaruhi neraca perusahaan, tapi juga dampaknya pada laba bersih hingga beban pajak. Namun, tidak semua orang paham betul apa bedanya. Padahal capex dan opex punya tujuan, frekuensi, hingga dampak yang berbeda.

Lantas, apa saja perbedaan capex dan opex? Berikut penjelasannya!

1. Tujuan perusahaan memiliki capex dan opex

ilustrasi CapEx dan OpEx (pexels.com/fauxels)
ilustrasi CapEx dan OpEx (pexels.com/fauxels)

Perbedaan pertama antara capex dan opex terletak pada tujuan. Capex adalah investasi atau biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk membeli, memelihara, atau meningkatkan aset untuk jangka panjang. Oleh sebab itu, Capex berguna untuk meningkatkan kapasitas atau efisiensi perusahaan di masa depan.

Sementara opex adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan secara rutin agar perusahaan tetap berjalan. Tujuannya agar perusahaan bisa berjalan normal, yang dicapai dengan memaksimalkan output baik barang maupun jasa, tetapi tetap menjaga agar opex tetap terkendali.

2. Berapa kali perusahaan melakukan capex dan opex?

ilustrasi mencatat pengeluaran (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi mencatat pengeluaran (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Capex biasanya mencakup aset fisik, seperti pabrik manufaktur, peralatan, mesin, perbaikan bangunan, komputer, maupun kendaraan. Pengeluaran ini tidak dilakukan secara rutin, melainkan hanya saat perusahaan membutuhkan aset baru atau harus melakukan perbaikan besar yang signifikan.

Sementara opex dilakukan secara rutin dan berulang, bisa harian, mingguan, bulanan, bahkan tahunan. Contoh paling jelas adalah pembayaran gaji karyawan setiap bulan, tagihan listrik, sewa, biaya bahan baku, atau Research and Development (R & D) yang terus menerus dikeluarkan.

3. Pelaporan keuangan

ilustrasi pengeluaran Capital Expenditure (pexels.com/fauxels)
ilustrasi pengeluaran Capital Expenditure (pexels.com/fauxels)

Perlakuan akuntansi antara capex dan opex juga memiliki sedikit perbedaan. Capex tidak langsung dianggap sebagai beban pada laporan laba rugi, melainkan dicatat sebagai aset dalam neraca. Nilainya kemudian bisa dialokasikan secara bertahap melalui depresiasi agar tidak menekan kinerja keuangan perusahaan secara drastis.

Sebaliknya, pengeluaran opex langsung dimasukkan sebagai beban dalam laporan laba rugi sehingga otomatis mengurangi pendapatan perusahaan pada periode tersebut. Berbeda dengan capex, opex tidak dapat disusutkan karena biaya tersebut tidak menciptakan aset jangka panjang.

4. Jumlah biaya dan dampaknya

ilustrasi dollar (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi dollar (pexels.com/Pixabay)

Karena berkaitan dengan aset tetap, tentu jumlah biaya capex lebih besar dibanding opex. Capex juga tidak bisa langsung dikurangkan seluruhnya pada tahun saat pengeluaran dilakukan. Sebaliknya, opex dapat dipotong sepenuhnya dari pajak di periode pengeluaran tersebut.

Dari sisi arus kas, capex memberi tekanan besar ketika perusahaan membeli aset karena dapat memengaruhi likuiditas jangka pendek. Sedangkan opex biasanya memiliki jumlah yang lebih kecil dan konsisten, sehingga arus keluarnya lebih mudah diprediksi serta dikelola setiap bulan.

Dengan memahami perbedaan antara capex dan opex, sekarang kamu pasti paham bagaimana sebuah perusahaan menggunakan uang, mengelola arus kas, hingga meningkatkan performanya. Baik capex maupun opex memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan operasional.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us