Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Barang Lebih Masuk Akal Dibeli Bekas daripada Baru, Hemat!
Ilustrasi pasar barang bekas (pexels.com/Artūras Kokorevas)
  • Kamera digital bekas dapat menghemat biaya karena harga model lama turun cepat, asalkan sensor, rana, baterai, lensa, serta hasil foto dan video diperiksa.
  • Alat masak premium dan furnitur kayu solid layak dibeli bekas bila kondisi struktur, permukaan, sambungan, dan bagian pentingnya masih baik serta aman digunakan.
  • Peralatan olahraga, buku referensi, dan buku nonfiksi bekas menawarkan fungsi serupa dengan harga lebih rendah; pembeli perlu mengecek kelengkapan, keamanan, kelistrikan, dan kondisi fisiknya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membeli barang bekas gak selalu berarti memilih kualitas yang lebih rendah. Beberapa barang justru tetap memiliki fungsi yang sama meski sudah pernah digunakan. Kalau pintar memilih, selisih harganya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain.

Kuncinya bukan mencari barang dengan harga paling murah, tetapi mengetahui mana yang aman dibeli bekas. Ada barang yang harganya turun cukup drastis setelah keluar dari toko, sementara fungsinya masih sangat layak. Nah, lima barang berikut bisa jadi pilihan menarik untuk kamu yang ingin lebih hemat.

1. Kamera digital, penurunan harga lebih cepat daripada fungsinya

Ilustrasi kamera digital (pexels.com/Michael Dupuis)

Kamera digital menarik dibeli bekas karena harga model lama biasanya turun setelah generasi baru muncul. Padahal, kualitas kameranya masih cukup untuk fotografi, membuat konten, atau kebutuhan pekerjaan tertentu. Kalau gak mengejar teknologi terbaru, kamera bekas bisa menghemat banyak biaya.

Sebelum membeli, cek kondisi sensor, jumlah pemakaian rana, baterai, dan lensa. Coba juga hasil foto serta videonya untuk memastikan performanya masih sesuai kebutuhan. Jadi, kamu bisa mendapatkan kamera berkualitas tanpa harus membayar harga peluncuran.

2. Alat masak premium, bekas bisa jauh lebih terjangkau

Ilustrasi peralatan masak (pexels.com/Ludovic Delot)

Panci besi, cast iron, dan beberapa alat masak premium dapat digunakan bertahun-tahun jika dirawat dengan baik. Meski sudah pernah dipakai, fungsi utamanya gak otomatis berkurang. Karena itu, versi bekas dalam kondisi bagus bisa jauh lebih menarik daripada membeli baru.

Tetap periksa permukaan, sambungan, dan bagian yang bersentuhan dengan makanan. Hindari barang yang retak, berkarat parah, atau lapisannya sudah mengelupas. Kalau kondisinya masih baik, kamu bisa mendapatkan alat berkualitas dengan harga lebih ramah.

3. Furnitur kayu solid, makin lama belum tentu makin buruk

Ilustrasi furnitur kayu solid (pexels.com/Curtis Adams)

Furnitur kayu solid menarik dibeli bekas karena materialnya bisa bertahan lebih lama daripada tren desainnya. Meja, kursi, atau lemari lama masih bisa digunakan bertahun-tahun selama konstruksinya kokoh. Bahkan, beberapa furnitur lama memiliki kualitas material yang sulit ditemukan pada produk murah saat ini.

Periksa bagian bawah, kaki, sambungan, dan permukaan kayu sebelum membeli. Goresan atau warna pudar biasanya masih dapat diperbaiki melalui pembersihan atau refinishing. Jadi, kamu bisa mendapatkan furnitur berkualitas tanpa membayar harga penuh.

4. Alat olahraga tertentu, dipakai sebentar saja bisa rugi

Ilustrasi alat olahraga (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Alat olahraga seperti sepeda, treadmill, dumbbell, atau rak latihan sering berakhir jarang digunakan setelah dibeli. Membeli versi bekas bisa menjadi pilihan masuk akal untuk mencoba rutinitas olahraga tanpa modal terlalu besar. Kalau ternyata kamu konsisten, barulah pertimbangkan membeli perlengkapan baru yang lebih spesifik.

Namun, pastikan bagian bergerak, kabel, baut, dan komponen keselamatannya masih berfungsi. Untuk alat elektronik, periksa juga sistem kelistrikan dan fungsi utamanya. Jangan sampai harga murah justru membuat kamu mengeluarkan biaya besar untuk perbaikan.

5. Buku referensi dan buku nonfiksi, isinya gak ikut bekas

Ilustrasi rak buku (pexels.com/Robert So)

Buku menjadi barang menarik untuk dibeli bekas karena nilai utamanya ada pada informasi di dalamnya. Selama halaman lengkap dan isinya masih relevan, buku bekas tetap bisa memberikan manfaat yang sama. Harganya pun biasanya jauh lebih bersahabat dibandingkan membeli edisi baru.

Sebelum membeli, pastikan halaman gak hilang, tidak lembap, dan kondisinya masih nyaman dibaca. Coretan atau tanda pada halaman juga gak selalu menjadi masalah jika justru membantu menemukan bagian penting. Kalau tujuanmu belajar, buku bekas bisa menjadi cara sederhana untuk menghemat pengeluaran.

Barang bekas gak selalu berarti pilihan kedua atau kualitas seadanya. Selama fungsi, kondisi, dan umur pakainya masih sesuai, membeli bekas justru bisa menjadi keputusan yang lebih hemat. Jadi, sebelum membeli baru, coba tanyakan, yang kamu butuhkan benar-benar barang baru, atau cukup barang yang masih berfungsi dengan baik?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article