ilustrasi evaluasi keuangan (freepik.com/wayhomestudio)
Kadang kita baru sadar sudah terlalu banyak belanja setelah melihat riwayat transaksi atau total tagihan di akhir bulan. Satu checkout mungkin terasa kecil, tetapi kalau dilakukan berkali-kali, jumlahnya bisa cukup menguras budget tanpa terasa. Karena itu, penting untuk sesekali melihat kembali barang apa saja yang dibeli dan berapa uang yang sudah dikeluarkan.
Sisihkan sedikit waktu di akhir minggu atau akhir bulan untuk melihat kembali riwayat belanja di marketplace. Dari situ, kamu bisa mulai menyadari pola pengeluaran, seperti sering checkout karena tergiur promo atau membeli barang yang ternyata gak terlalu dibutuhkan. Nah, kebiasaan mengevaluasi transaksi ini bisa bikin kamu lebih sadar dalam mengatur pengeluaran dan gak mudah mengulang keputusan belanja yang sama.
Mengontrol kebiasaan belanja di marketplace bukan berarti harus berhenti menikmati promo atau gak boleh membeli barang yang disukai. Kuncinya adalah tahu batas, memberi jeda sebelum checkout, dan memastikan setiap pengeluaran memang sesuai kebutuhan serta budget. Nah, dengan sedikit lebih selektif, belanja online tetap bisa menyenangkan tanpa bikin dompet kewalahan.
Referensi:
“A Meta-Analysis of Financial Self-Control Strategies: Comparing Empirical Findings with Online Media and Lay Person Perspectives on What Helps Individuals Curb Spending and Start Saving.” Comprehensive Results in Social Psychology. Diakses Agustus 2026.
“The Determinants of Impulsive Buying Behavior in Electronic Commerce.” Sustainability. Diakses Agustus 2026.
“A Meta-Analysis of Online Impulsive Buying and the Moderating Effect of Economic Development Level.” Information Systems Frontiers. Diakses Agustus 2026.
“Past, Present, and Future of Impulse Buying Research Methods: A Systematic Literature Review.” Frontiers in Psychology. Diakses Agustus 2026.
“The Impulsive Online Shopper: Effects of COVID-19 Burnout, Uncertainty, Self-Control, and Online Shopping Trust.” Frontiers in Psychology. Diakses Agustus 2026.