ilustrasi anak sedang belajar (pexels.com/Gustavo Fring)
Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan jangka panjang yang perlu masuk dalam perencanaan keuangan keluarga. Biayanya bisa mencakup uang pangkal, uang sekolah, buku, perlengkapan belajar, hingga pendidikan tinggi ketika anak beranjak dewasa. Karena pengeluaran tersebut berlangsung selama bertahun-tahun, akan lebih mudah jika kamu mulai menyiapkannya secara bertahap daripada mengumpulkan seluruh biaya dalam waktu singkat.
Kamu bisa membuat tabungan pendidikan khusus dan menentukan target berdasarkan jenjang pendidikan yang ingin dipersiapkan. Perhitungkan juga kemungkinan kenaikan biaya pendidikan seiring berjalannya waktu. Meski belum mengetahui sekolah atau universitas yang akan dipilih anak kelak, kamu tetap bisa memulai dengan nominal yang sesuai kemampuan keuangan saat ini.
Selain pendidikan, pastikan kamu dan pasangan memiliki perlindungan kesehatan yang memadai sebelum menyambut anak. Periksa apakah asuransi kesehatan yang dimiliki mencakup pemeriksaan kehamilan, persalinan, dan kebutuhan medis lain yang relevan. Kamu juga perlu menyiapkan dana untuk biaya yang mungkin tidak ditanggung asuransi, termasuk pemeriksaan tambahan atau perawatan setelah persalinan. Setelah anak lahir, segera periksa ketentuan untuk mendaftarkannya ke dalam perlindungan kesehatan keluarga supaya gak melewatkan batas waktu yang berlaku.
Mencapai lima target keuangan tersebut bisa membantumu dan pasangan menjalani kehidupan sebagai orangtua dengan persiapan yang lebih matang. Meski begitu, kamu gak harus menunggu sampai seluruh kondisi keuangan benar-benar sempurna untuk mulai merencanakan keluarga, ya.
Setiap orang memiliki situasi, penghasilan, dan prioritas yang berbeda, sehingga target keuangannya pun bisa disesuaikan. Hal terpenting adalah memahami tanggung jawab finansial yang akan dihadapi, menyusun rencana yang realistis, dan mulai mengambil langkah kecil sedini mungkin.