ilustrasi gajian (Pexels.com/Ahsanjaya)
Ada perbedaan antara memiliki penghasilan besar dan memiliki kekayaan. Gaji merupakan arus pendapatan. Sementara, kekayaan berkaitan dengan akumulasi aset setelah memperhitungkan kewajiban atau utang.
Seseorang bisa mendapatkan gaji besar setiap bulan. Namun, jika seluruh penghasilannya habis untuk konsumsi, kekayaannya belum tentu bertambah banyak. Sebaliknya, seseorang dengan penghasilan yang lebih sederhana dapat membangun kekayaan jika secara konsisten menyisihkan sebagian pendapatan untuk membentuk aset dan mengelola utang dengan baik.
Misalnya, ketika mendapatkan kenaikan gaji Rp2 juta, seseorang dapat membagi kenaikan tersebut. Sebagian digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup, sementara sebagian lainnya dialihkan untuk dana darurat, melunasi utang, menabung, atau berinvestasi sesuai tujuan dan profil risikonya. Dengan begitu, kenaikan penghasilan tidak hanya meningkatkan kemampuan untuk berbelanja, tetapi juga meningkatkan kemampuan untuk membangun kekayaan.
Jadi, kalau gaji naik setiap tahun tetapi tabungan masih terasa jalan di tempat, mungkin masalahnya bukan karena gajimu kurang besar. Coba kalkukasi ulang, apakah gajimu semata-mata tergerus inflasi, atau memang pengeluaranmu saja yang ikut mendapatkan “kenaikan gaji”?