Berinvestasi saham untuk jangka panjang sering dianggap sebagai strategi yang mampu memberi potensi keuntungan optimal. Meski demikian, gak semua saham layak menjadi bagian dari portofolio yang disimpan selama bertahun-tahun. Ada sejumlah karakteristik tertentu yang justru menjadi sinyal bahwa sebuah saham lebih berisiko apabila terus dipertahankan.
Banyak investor terlalu fokus pada kenaikan harga dalam waktu singkat tanpa memperhatikan kualitas fundamental perusahaan. Padahal, kemampuan sebuah perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis menjadi faktor penting yang menentukan prospek saham pada masa depan. Karena itu, memahami ciri saham yang kurang ideal untuk investasi jangka panjang dapat membantu mengambil keputusan dengan lebih bijak, yuk kenali sejak awal.
