ilustrasi investasi kripto (pexels.com/Jakub Zerdzicki)
Agar lebih mudah dipahami, mari kita lihat ilustrasi perhitungan sederhana menggunakan skema tahunan. Berikut adalah ilustrasi perhitungan compound interest dengan angka yang berbeda, yaitu modal awal Rp10.000.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10% per tahun selama 3 tahun:
Contoh Simulasi Perhitungan:
Misalkan kamu menabung atau berinvestasi sebesar Rp10.000.000 dengan tingkat suku bunga tetap sebesar 10% per tahun selama 3 tahun menggunakan skema compound interest:
Tahun ke-1: Dana pokok Rp10.000.000 × 10% = Bunga sebesar Rp1.000.000. Total akhir tahun pertama = Rp11.000.000
Tahun ke-2: Dana pokok baru (Rp11.000.000) × 10% = Bunga sebesar Rp1.100.000. Total akhir tahun kedua = Rp12.100.000
Tahun ke-3: Dana pokok baru (Rp12.100.000) × 10% = Bunga sebesar Rp1.210.000. Total akhir tahun ketiga = Rp13.310.000
Dari simulasi di atas, total bunga yang kamu peroleh selama 3 tahun adalah Rp3.310.000. Angka ini jelas lebih tinggi jika dibandingkan dengan skema bunga tunggal (single interest) yang hanya menghasilkan total bunga tetap sebesar Rp3.000.000 (Rp1.000.000 × 3 tahun) untuk periode yang sama.