- Golongan jabatan
- Masa kerja golongan (MKG)
- Kualifikasi pendidikan
Gaji PPPK BGN 2026 beserta Tunjangannya

PPPK BGN adalah ASN kontrak di Badan Gizi Nasional pelaksana program Makan Bergizi Gratis.
Gaji ditentukan berdasarkan golongan pendidikan dan jabatan.
Pegawai menerima tunjangan keluarga, pangan, fungsional, dan tunjangan kinerja.
Program pemerintah di bidang pemenuhan gizi nasional semakin menjadi sorotan sejak hadirnya Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini membuat banyak masyarakat mulai mencari informasi mengenai gaji PPPK BGN 2026, termasuk status kepegawaiannya dan tugas yang akan dijalankan.
Sebagai lembaga baru yang menjalankan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG), Badan Gizi Nasional membuka peluang karier besar melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, masih banyak calon pelamar yang belum memahami apa sebenarnya PPPK BGN dan bagaimana sistem kerjanya.
Berikut penjelasan lengkap mengenai pengertian PPPK BGN, komponen gaji, hingga rincian tunjangan yang diterima pada tahun 2026.
Table of Content
1. Apa Itu PPPK BGN?

PPPK BGN adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diangkat melalui perjanjian kerja untuk menjalankan tugas pemerintahan di lingkungan Badan Gizi Nasional.
Badan Gizi Nasional sendiri merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian (LPNK) yang berada langsung di bawah Presiden dan dibentuk melalui Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia serta menekan angka stunting.
Meski berstatus kontrak dengan masa kerja tertentu, PPPK BGN tetap termasuk ASN dan memiliki hak yang hampir setara dengan PNS, seperti gaji, tunjangan, pengembangan kompetensi, serta jaminan sosial. Perbedaannya terletak pada sistem kerja berbasis perjanjian yang dapat diperpanjang sesuai kebutuhan instansi dan kinerja pegawai.
Melalui program unggulan Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional membutuhkan tenaga profesional dalam jumlah besar hingga tingkat daerah dan desa. Karena itulah rekrutmen PPPK menjadi solusi cepat untuk mengisi berbagai kebutuhan tenaga di bidang nutrisi, logistik, administrasi, hingga pemberdayaan masyarakat.
2. Komponen gaji PPPK BGN

Penghasilan PPPK tidak hanya berasal dari satu sumber. Banyak yang mengira gaji PPPK hanya sebatas gaji pokok, padahal total penghasilan sebenarnya terdiri dari beberapa komponen yang saling melengkapi.
Dalam struktur gaji PPPK BGN 2026, pemerintah membaginya ke dalam beberapa unsur utama berikut.
1. Gaji Pokok
Gaji pokok menjadi komponen utama penghasilan PPPK dan dihitung berdasarkan:
Besaran gaji masih mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2024 yang berlaku hingga 2026 selama belum ada aturan baru.
2. Tunjangan Kinerja
Komponen ini sering kali menjadi penentu besarnya take home pay. Tunjangan kinerja diberikan berdasarkan kelas jabatan serta performa instansi. Karena tiap kementerian dan daerah memiliki kemampuan anggaran berbeda, nominalnya bisa sangat bervariasi.
3. Tunjangan Keluarga
PPPK yang telah berkeluarga memperoleh tambahan penghasilan berupa tunjangan pasangan sebesar 10% dari gaji pokok serta tunjangan anak sebesar 2% per anak (maksimal dua anak).
4. Tunjangan Pangan
Tunjangan ini diberikan dalam bentuk uang tunai yang nilainya mengikuti kebijakan daerah serta harga kebutuhan pokok.
5. Tunjangan Tambahan
Beberapa instansi memberikan tunjangan tambahan seperti:
- Tunjangan jabatan
- Tunjangan profesi (guru/tenaga kesehatan)
- Tunjangan daerah khusus atau terpencil
3. Gaji PPPK BGN sesuai golongan

Besaran gaji PPPK sangat bergantung pada golongan jabatan. Sistem ini dibuat agar penghasilan selaras dengan tingkat pendidikan, tanggung jawab pekerjaan, serta pengalaman kerja pegawai.
Umumnya, lulusan SMA hingga S1 akan masuk pada golongan berbeda. Misalnya, lulusan S1 atau D4 biasanya ditempatkan pada Golongan IX sebagai jenjang awal karier PPPK.
Berikut gambaran gaji pokok PPPK tahun 2026 berdasarkan golongan:
Golongan | Masa Kerja 0 Tahun | Masa Kerja 10 Tahun | Masa Kerja 20 Tahun | Masa Kerja 32 Tahun |
II | Rp2.116.900 | Rp2.471.100 | Rp2.789.900 | Rp3.071.200 |
III | Rp2.206.500 | Rp2.576.300 | Rp2.907.400 | Rp3.201.200 |
IV | Rp2.299.800 | Rp2.686.200 | Rp3.032.300 | Rp.3.336.000 |
V | Rp2.511.500 | Rp3.194.100 | Rp3.808.500 | Rp4.189.900 |
VI | Rp2.742.800 | Rp3.331.800 | Rp3.973.200 | Rp4.367.100 |
VII | Rp2.858.800 | Rp3.474.300 | Rp4.143.100 | Rp4.551.100 |
VIII | Rp2.979.700 | Rp3.622.800 | Rp4.321.100 | Rp4.744.400 |
IX (Lulusan S1/D4) | Rp3.203.600 | Rp4.023.700 | Rp4.793.200 | Rp5.261.500 |
Perlu dipahami bahwa angka di atas hanyalah gaji pokok. Setelah ditambah tunjangan, total penghasilan bulanan bisa meningkat cukup signifikan.
4. Tunjangan PPPK BGN

ika gaji pokok menjadi fondasi penghasilan, maka tunjangan adalah faktor yang membuat pendapatan PPPK terasa lebih kompetitif.
Beberapa jenis tunjangan yang umum diterima PPPK antara lain:
1. Tunjangan Keluarga
Pegawai yang telah menikah memperoleh tambahan penghasilan untuk pasangan dan anak sebagai bentuk dukungan kesejahteraan keluarga ASN.
2. Tunjangan Kinerja
Inilah komponen yang sering membuat penghasilan PPPK berbeda antar instansi. Di beberapa kementerian, nilai tunjangan kinerja bahkan bisa melampaui gaji pokok.
3. THR dan Gaji ke-13
PPPK juga berhak menerima Tunjangan Hari Raya dan gaji ke-13 setiap tahunnya, yang biasanya cair menjelang hari besar keagamaan dan tahun ajaran baru.
4. Perlindungan Jaminan Sosial
Selain penghasilan langsung, PPPK juga mendapat perlindungan melalui BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan sebagai jaminan keamanan finansial jangka panjang.
Secara keseluruhan, gaji PPPK BGN 2026 menawarkan penghasilan yang kompetitif dengan dukungan berbagai tunjangan serta status sebagai ASN. Kehadiran Badan Gizi Nasional juga membuka peluang karier baru bagi tenaga profesional yang ingin berkontribusi langsung dalam program peningkatan gizi masyarakat Indonesia.
Dengan memahami struktur gaji dan tunjangannya sejak awal, calon pelamar dapat memiliki gambaran yang lebih jelas sebelum mengikuti seleksi PPPK BGN.

















