ilustrasi bendera Indonesia (unsplash.com/Bisma Mahendra)
Salah satu faktor pendukung posisi Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan tercepat individu superkaya adalah jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, yang menjadikannya salah satu pasar domestik terbesar di dunia.
Selain itu, berbagai sektor industri, mulai dari komoditas hingga keuangan digital, turut menciptakan sumber kekayaan baru seiring dengan berkembangnya bisnis dan meningkatnya nilai kepemilikan perusahaan.
Adapun Arab Saudi dan Polandia menyusul di posisi berikutnya, dengan proyeksi pertumbuhan jumlah orang superkaya sekitar 63 persen. Kedua negara ini diperkirakan menjadi salah satu yang mencatat pertumbuhan jumlah miliarder tertinggi.
Di Arab Saudi, berbagai insentif di bidang perpajakan, impor, infrastruktur, dan pendanaan menciptakan iklim bisnis yang semakin mendukung pertumbuhan usaha. Sedangkan Polandia memiliki salah satu pertumbuhan ekonomi tercepat di Uni Eropa, sekaligus menjadi tempat berkembangnya perusahaan teknologi berstatus unicorn, seperti InPost dan Allegro.
Namun, perlu diperhatikan bahwa Indonesia, Arab Saudi, dan Polandia saat ini masih memiliki jumlah individu superkaya yang relatif lebih sedikit dibanding negara-negara maju. Kondisi ini membuat persentase pertumbuhannya lebih mudah terlihat tinggi.