Sebagian orang mungkin pernah mendengar peribahasa, "jangan menaruh semua telur di keranjang yang sama." Kalimat itu mengajarkan agar kita tidak boleh bergantung pada satu pilihan saja karena bisa meningkatkan risiko kerugian di kemudian hari. Prinsip yang sama juga berlaku dalam dunia investasi.
Saat ini, tak sedikit orang yang memilih menempatkan seluruh uangnya pada satu instrumen investasi karena dinilai paling menguntungkan atau sudah dipahami cara kerjanya. Padahal, setiap instrumen punya risiko dan pergerakan yang berbeda-bedasehingga mengandalkan satu jenis investasi saja bisa meningkatkan risiko kerugian.
Karena itu, banyak ahli menyarankan investor untuk menerapkan diversifikasi, yaitu membagi dana ke beberapa jenis untuk meminimalkan risiko kerugian yang bisa muncul. Lantas, kenapa tidak boleh menaruh semua uang di satu instrumen investasi?
