ilustrasi Korea Selatan (unsplash.com/Skyler W)
Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, pemerintah Korea Selatan juga mengakui adanya potensi risiko. Semakin banyak investor asing yang memegang won, semakin besar pula kemungkinan nilai tukarnya bergerak lebih fluktuatif ketika terjadi gejolak ekonomi global. Kondisi tersebut dapat membuat pasar valuta asing menjadi lebih sensitif terhadap faktor eksternal.
Meski demikian, pejabat pemerintah menilai manfaat jangka panjang dari internasionalisasi won jauh lebih besar dibandingkan risikonya. Untuk mengantisipasi potensi gejolak, pemerintah bersama Bank of Korea akan memperluas kerja sama currency swap dengan negara lain serta meningkatkan pemantauan terhadap pasar valuta asing, termasuk transaksi di luar negeri. Otoritas juga akan mengawasi pergerakan nilai tukar secara lebih intensif agar perbedaan kurs antara pasar domestik dan luar negeri tetap terkendali.
Langkah Korea Selatan mengizinkan penggunaan won di luar negeri tanpa harus membuka rekening bank lokal menjadi salah satu perubahan paling besar dalam kebijakan valuta asing negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir. Reformasi ini diharapkan membuat investor, wisatawan, dan pelaku bisnis internasional semakin mudah mengakses serta menggunakan mata uang won kapan pun dan di mana pun.
Di sisi lain, pemerintah tetap menyadari adanya risiko volatilitas nilai tukar sehingga menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasar. Jika implementasinya berjalan lancar, kebijakan ini berpotensi memperluas peran won di pasar global sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Korea Selatan dalam jangka panjang.