Ilustrasi Modal. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky menjelaskan, arus modal asing masuk ke Indonesia ditopang oleh investasi di pasar obligasi yang mencapai 1,22 miliar dolar AS. Sementara itu, pasar saham masih mencatatkan arus keluar bersih sebesar 420 juta dolar AS.
Menurutnya, tekanan jual investor asing di pasar saham mulai mereda dibandingkan kuartal sebelumnya. Di sisi lain, obligasi pemerintah Indonesia masih menjadi tujuan investasi asing, meskipun selisih imbal hasilnya dengan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury semakin menyempit.
"Tekanan jual investor asing di pasar saham telah berkurang dibandingkan kuartal sebelumnya. Di sisi lain, obligasi pemerintah Indonesia tetap menjadi tujuan investasi asing, meskipun selisih imbal hasilnya dengan surat utang pemerintah Amerika Serikat (AS) atau US Treasury semakin menyempit," tulisnya dalam laporan Indonesia Economic Outlook 2027 di Jakarta, dikutip Kamis (5/11/2026).
Lebih lanjut, Riefky mencatat, selisih imbal hasil (yield spread) obligasi pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun dengan US Treasury bertenor sama terus menyempit. Spread tersebut turun dari 278 basis poin pada akhir Juni 2026 menjadi 228 basis poin pada akhir Agustus 2026, sebelum kembali menyusut menjadi 186 basis poin pada akhir September 2026. Level tersebut sekaligus menjadi yang terendah dalam catatan historis sejak Oktober 2008.