- PPh 21 adalah pajak atas penghasilan individu dari pekerjaan atau jasa, biasanya gaji
- PPh 22 adalah pajak atas transaksi perdagangan barang, terutama impor.
- PPh 23 adalah pajak atas penghasilan jasa, dividen, atau penggunaan aset dan harta
Perbedaan PPh 21, 22, dan 23: Pengertian, Objek Pajak, dan Tarifnya

- PPh 21, 22, dan 23 dibedakan berdasarkan sumber penghasilan: PPh 21 untuk individu dari pekerjaan, PPh 22 untuk perdagangan barang, dan PPh 23 untuk jasa serta penggunaan aset.
- Setiap jenis pajak memiliki subjek, objek, dan mekanisme pemotongan berbeda; perusahaan sering menjadi pemotong pada PPh 23 sebelum pembayaran kepada penerima jasa.
- Tarif PPh bervariasi: PPh 21 progresif sesuai penghasilan, PPh 22 tergantung transaksi impor atau perdagangan, sedangkan PPh 23 dikenakan atas nilai bruto penghasilan jasa tertentu.
Masih banyak orang yang belum memahami perbedaan PPh 21 22 23, padahal ketiganya sering muncul dalam sistem perpajakan di Indonesia. Mulai dari gaji karyawan, transaksi impor, sampai pembayaran jasa ternyata memiliki jenis pajak yang berbeda.
Pada dasarnya, Pajak Penghasilan (PPh) dibagi berdasarkan sumber penghasilan dan aktivitas ekonomi yang dilakukan wajib pajak. Artinya, tidak semua orang atau perusahaan wajib membayar ketiganya sekaligus karena kewajiban pajak muncul sesuai transaksi yang terjadi.
Table of Content
1. Penjelasan tentang PPh 21, 22, dan 23

Dalam praktiknya, pemerintah membedakan pajak penghasilan agar pemungutan pajak lebih adil dan sesuai aktivitas ekonomi.
Secara sederhana:
Perbedaan ini membuat setiap jenis pajak punya aturan subjek, objek, dan tarif yang berbeda.
2. Perbedaan Wajib Pajak (Siapa yang Dikenai)
Cara paling mudah memahami pajak ini adalah melihat siapa yang menjadi subjek yang dikenai.
Jenis Pajak | Wajib Pajak |
|---|---|
PPh 21 | Karyawan, tenaga lepas, penerima pensiun, pesangon, honorarium, hingga ahli waris |
PPh 22 | Badan usaha pemerintah maupun swasta yang melakukan ekspor, impor, dan re-impor |
PPh 23 | Melibatkan dua pihak, yaitu pemotong (perusahaan/instansi) dan penerima penghasilan |
Pada PPh 23, perusahaan biasanya bertindak sebagai pemotong pajak sebelum pembayaran diberikan kepada penerima jasa.
3. Perbedaan Objek Pajak (Apa yang Dikenai Pajak)

Perbedaan terbesar di antara ketiga jenis PPh ini sebenarnya terletak pada sumber penghasilannya.
PPh 21: Penghasilan dari pekerjaan
Objek pajaknya meliputi:
- Gaji karyawan tetap (teratur maupun tidak)
- Upah tenaga kerja lepas
- Uang pensiun dan tunjangan hari tua
- Pesangon atau pembayaran sekaligus saat pensiun
- Honorarium, komisi, fee jasa individu
- Imbalan kegiatan seperti uang rapat, hadiah, atau uang saku
Bila dijelaskan secara sederhana, jika penghasilan yang diterima berasal dari hasil kerja individu, biasanya mereka harus membayarkan PPh 21.
PPh 22: Transaksi perdagangan barang
Objek pajaknya diatur dalam PMK No. 90/PMK.03/2016 dan berkaitan dengan:
- Kegiatan impor barang
- Pembelian barang oleh bendahara pemerintah atau BUMN
- Penjualan hasil produksi tertentu seperti:
- kertas
- semen
- baja
- otomotif
- Penyerahan bahan bakar minyak, gas, dan pelumas
Biasanya, PPh 22 lebih banyak muncul dalam rantai distribusi industri dan perdagangan.
PPh 23: Penghasilan jasa dan penggunaan harta
Menurut PMK No. 141/PMK.03/2015, terdapat puluhan objek pajak PPh 23, di antaranya:
- Dividen dan penghargaan
- Sewa aset (selain tanah dan bangunan)
- Jasa teknik
- Jasa manajemen
- Jasa konstruksi
- Jasa konsultan
- Berbagai jasa profesional lainnya (total 62 jenis objek)
Karena cakupannya luas, PPh 23 sering ditemui dalam kerja sama antarperusahaan.
4. Perbedaan Tarif Pajak
Selain subjek dan objek pajak, perbedaan terbesar PPh 21, PPh 22, dan PPh 23 juga terlihat dari tarif pajaknya, yaitu persentase potongan yang dikenakan pada penghasilan atau transaksi tertentu.
Setiap jenis PPh memiliki cara perhitungan berbeda karena sumber penghasilannya juga tidak sama.
4. Tarif PPh 21: Mengikuti Besar Penghasilan Individu
PPh 21 menggunakan tarif progresif, artinya semakin besar penghasilan seseorang, semakin tinggi persentase pajaknya. Tarif ini biasanya langsung dipotong perusahaan dari gaji karyawan.
Penghasilan Tahunan | Tarif Pajak |
|---|---|
Sampai Rp50 juta | 5% |
Rp50 juta – Rp250 juta | 15% |
Rp250 juta – Rp500 juta | 25% |
Di atas Rp500 juta | 30% |
Dengan sistem ini, pajak dihitung bertahap sesuai lapisan penghasilan, bukan langsung satu tarif untuk seluruh gaji.
5. Tarif PPh 22: Berdasarkan Transaksi Perdagangan

Berbeda dari PPh 21, PPh 22 dikenakan pada aktivitas perdagangan barang, terutama impor. Besarnya tarif tergantung jenis transaksi dan status importir.
Berikut contoh tarif yang paling umum ditemui:
Jenis Transaksi | Tarif |
|---|---|
Impor dengan API (Angka Pengenal Importir) | 2,5% dari nilai impor |
Impor tanpa API | 7,5% dari nilai impor |
Pembelian oleh pemerintah/BUMN | 1,5% dari harga pembelian |
Penjualan produk industri tertentu | 0,1% – 0,45% dari Dasar Pengenaan Pajak (DPP PPN) |
API sendiri merupakan izin resmi bagi perusahaan untuk melakukan kegiatan impor di Indonesia, sehingga importir yang memiliki API dikenakan tarif lebih rendah.
Tarif PPh 23: Potongan atas Jasa dan Penghasilan Tertentu
PPh 23 biasanya muncul dalam kerja sama bisnis atau pembayaran jasa antarperusahaan. Pajak ini dipotong langsung oleh pihak pemberi penghasilan sebelum pembayaran dilakukan.
Jenis Penghasilan | Tarif |
|---|---|
Dividen, hadiah, dan penghargaan tertentu | 15% dari jumlah bruto |
Jasa, sewa aset (selain tanah dan bangunan) | 2% dari jumlah bruto |
Karena dikenakan dari nilai bruto (sebelum biaya dipotong), nominal pajaknya sering terasa lebih besar dibanding yang diperkirakan.
Secara umum, perbedaan PPh 21 22 23 terletak pada subjek pajak, objek penghasilan, dan tarif yang dikenakan. PPh 21 berfokus pada penghasilan individu, PPh 22 pada aktivitas perdagangan barang, sedangkan PPh 23 berkaitan dengan jasa dan penggunaan harta dalam kerja sama bisnis.
Memahami ketiganya membantu wajib pajak mengenali potongan pajak secara lebih jelas, baik saat menerima gaji maupun menjalankan aktivitas usaha.
FAQ Seputar PPh 21, 22, dan 23
| Apakah semua orang kena PPh 21, 22, dan 23? | Tidak. Pajak berlaku sesuai jenis penghasilan atau transaksi. |
| Bekerja sebagai freelancer harus membayar pajak apa? | Umumnya PPh 21 karena menerima honor sebagai individu. |
| Kenapa jasa dipotong PPh 23? | Karena sistemnya mewajibkan pemberi penghasilan menjadi pemotong pajak. |
| PPh mana yang paling sering menjadi kewajiban untuk dibayar oleh karyawan? | PPh 21 karena berkaitan langsung dengan gaji. |


















