Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perlukah Suami dan Istri Punya Tabungan Masing-Masing? Ini Alasannya
ilustrasi pasangan suami istri (pexels.com/Sandro Crepulja)
  • Tabungan pribadi setelah menikah dapat membiayai kebutuhan individu, seperti hobi atau perlengkapan kerja, tanpa mengganggu anggaran rumah tangga yang telah disepakati.
  • Tabungan pribadi membantu menutup pengeluaran mendadak nonkeluarga, sementara dana darurat keluarga tetap disiapkan untuk kehilangan penghasilan atau kebutuhan rumah tangga besar.
  • Pasangan dapat memakai rekening bersama dan pribadi secara berdampingan, dengan kontribusi jelas serta keterbukaan soal utang, kewajiban, dan pengeluaran besar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah menikah, suami dan istri perlu mengatur keuangan agar kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi dengan baik. Sebagian pasangan memilih menggabungkan seluruh penghasilan ke dalam satu rekening. Sementara itu, pasangan lain ada yang tetap menyimpan sebagian penghasilannya secara terpisah.

Kedua cara tersebut dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kesepakatan masing-masing pasangan. Tabungan pribadi juga dapat memiliki fungsi tertentu dalam membantu mengatur keuangan setelah menikah. Lalu, apakah suami dan istri perlu memiliki tabungan masing-masing setelah menikah?

1. Memberi ruang untuk kebutuhan pribadi

ilustrasi pasangan yang sedang membahas keuangan (magnific.com/pressfoto)

Setelah menikah, kita tetap memiliki kebutuhan yang sifatnya pribadi dan tidak selalu perlu dibayar menggunakan uang rumah tangga. Misalnya, kita mungkin ingin membeli pakaian, perlengkapan hobi, atau menikmati kegiatan bersama teman tanpa mengurangi anggaran kebutuhan keluarga. Tabungan pribadi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut setelah kewajiban rumah tangga dan keuangan bersama terpenuhi.

Cara ini juga membuat kita memiliki ruang untuk menggunakan sebagian penghasilan sesuai kebutuhan tanpa harus mengambil uang dari rekening bersama. Namun, jumlah yang disisihkan tetap perlu disesuaikan dengan penghasilan dan kondisi keuangan keluarga. Dengan begitu, uang pribadi dapat digunakan dengan lebih leluasa tanpa mengganggu pembayaran tagihan, kebutuhan sehari-hari, atau tujuan keuangan yang sudah disepakati.

2. Membantu menghadapi kebutuhan yang tidak terduga

ilustrasi servis mobil (pexels.com/Sergey Meshkov)

Kita mungkin menghadapi kebutuhan mendadak yang sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan rumah tangga. Contohnya, kita perlu mengganti perlengkapan kerja yang rusak, membeli barang pribadi yang penting, atau mengeluarkan biaya untuk keperluan tertentu yang tidak masuk dalam anggaran bulanan. Tabungan pribadi dapat membantu membayar kebutuhan tersebut tanpa langsung mengambil dana yang sudah disiapkan untuk keluarga.

Meski begitu, kita tetap perlu memiliki dana darurat yang disiapkan untuk kebutuhan keluarga. Dana darurat dapat digunakan ketika terjadi kondisi seperti kehilangan penghasilan atau muncul pengeluaran rumah tangga yang besar dan mendesak. Dengan membedakan fungsi tabungan pribadi dan dana darurat, kita dapat menghindari penggunaan uang keluarga untuk kebutuhan yang sebenarnya bisa ditanggung sendiri.

3. Menjaga kemandirian dalam mengelola uang

ilustrasi membahas finansial (pexels.com/Mikhail Nilov)

Memiliki tabungan pribadi dapat membantu kita tetap memiliki kendali terhadap sebagian penghasilan setelah menikah. Hal ini dapat terasa penting ketika kita dan suami atau istri sama-sama bekerja dan memiliki penghasilan masing-masing. Setelah memenuhi kontribusi untuk kebutuhan rumah tangga, sebagian uang dapat disisihkan untuk tujuan pribadi yang sudah direncanakan.

Namun, kemandirian dalam mengelola uang bukan berarti kita perlu merahasiakan tabungan dari suami atau istri. Kita tetap perlu terbuka mengenai kondisi keuangan, terutama jika menyangkut utang, kewajiban, atau penggunaan uang dalam jumlah besar. Keterbukaan membuat tabungan pribadi tetap menjadi bagian dari pengelolaan keuangan yang sehat, bukan menjadi sumber masalah dalam rumah tangga.

4. Membuat pembagian keuangan lebih fleksibel

ilustrasi mengatur keuangan bersama (magnific.com/wayhomestudio)

Kita tidak harus memilih antara menggabungkan seluruh uang atau memisahkan seluruh penghasilan setelah menikah. Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah menyediakan rekening bersama untuk kebutuhan rumah tangga, kemudian tetap memiliki rekening pribadi untuk kebutuhan masing-masing. Pembagian seperti ini memungkinkan kita mengatur kebutuhan keluarga sekaligus memiliki ruang untuk mengelola sebagian uang secara mandiri.

Jumlah uang yang masuk ke rekening bersama dapat disesuaikan dengan penghasilan dan tanggung jawab masing-masing. Misalnya, kita dapat menyepakati persentase tertentu dari penghasilan untuk kebutuhan rumah tangga, tabungan keluarga, dan dana darurat sebelum menyisihkan uang pribadi. Dengan aturan yang jelas sejak awal, pengelolaan uang menjadi lebih teratur dan kita tidak perlu merasa bahwa setiap pengeluaran pribadi harus menggunakan uang bersama.

Memiliki tabungan masing-masing setelah menikah dapat menjadi pilihan jika kita ingin memiliki ruang untuk mengatur sebagian penghasilan secara pribadi. Namun, kebutuhan rumah tangga, dana darurat, dan tujuan keuangan bersama tetap perlu menjadi bagian utama dalam perencanaan keuangan keluarga. Selama pengaturan tersebut dibicarakan secara terbuka dan disepakati bersama, tabungan pribadi dan tabungan keluarga dapat berjalan secara berdampingan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article