Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Setahun Beroperasi, Nasabah Bank Saqu Hampir 2 Juta

Logo aplikasi bank saqu. (Dok/Screenshot situs resmi).
Logo aplikasi bank saqu. (Dok/Screenshot situs resmi).
Intinya sih...
  • Bank Saqu, bank digital milik Astra Financial, mencatatkan jumlah nasabah hampir 2 juta di tahun pertama.
  • Bank Saqu berhasil memperkuat posisinya sebagai teman seperjuangan bagi solopreneur di Indonesia.
  • DPK Bank Saqu melonjak 24,70 persen year on year (yoy) menjadi Rp6,21 triliun per September 2024.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank digital milik Astra Financial, PT Bank Jasa Jakarta (BJJ) atau Bank Saqu, mencatatkan pencapaian positif dengan jumlah nasabah mencapai hampir 2 juta di tahun pertama.

Presiden Direktur PT Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto mengatakan, Bank Saqu berhasil menunjukkan komitmen yang kuat dalam mengembangkan layanan inovatif bagi nasabahnya dengan meluncurkan fitur pertama di pasar.

"Dalam satu tahun, Bank Saqu telah berhasil membukukan berbagai pencapaian positif. Dengan kecakapan teknologi dari WeLab, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan layanan yang relevan dengan kebutuhan nasabah dan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan finansial," kata Leo Koesmanto, Rabu (21/11/2024). 

1. Sebanyak 40 persen dari nasabah Bank Saqu adalah solopreneur

Direktur PT Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto. (IDN Times/Triyan).
Direktur PT Bank Jasa Jakarta Leo Koesmanto. (IDN Times/Triyan).

Ia menjelaskan, nasabah Bank Saqu mencapai hampir 2 juta nasabah, di mana sekitar 40 persennya adalah solopreneur. Dengan begitu Bank Saqu juga berhasil memperkuat posisinya sebagai teman seperjuangan bagi solopreneur di Indonesia. 

Leo menambahkan, keberhasilan ini juga tak lepas dari kuatnya value chain Astra maupun melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis eksternal lainnya, serta program komprehensif khusus untuk solopreneur.

"Selama perjalanannya, Bank Saqu menargetkan generasi muda sebagai market pengguna, terutama para solopreneur di Indonesia, mencakup pemilik usaha kecil, pekerja lepas, dan karyawan tetap dengan pekerjaan tambahan," tegasnya.

Segmen ini secara proaktif mencari cara untuk bertumbuh, menabung lebih banyak, berinvestasi lebih banyak, atau bahkan mengambil pinjaman untuk upaya produktif, guna
mencapai lebih banyak hal positif di masa depan. 

2. Bank Saqu akan terus berkembang dan kolaborasi

Logo aplikasi bank saqu. (Dok/Screenshot situs resmi).
Logo aplikasi bank saqu. (Dok/Screenshot situs resmi).

Ke depannya, Bank Saqu akan terus berkembang dan terus bertumbuh melalui berbagai kolaborasi.

Apalagi, Bank Saqu hadir dengan berbagai kemudahan dalam mengelola keuangan lewat beberapa fitur, sehingga bisa membantu nasabah mengatur berbagai keperluan, mulai dari mengelola pendapatan, mengatur pengeluaran dan berbagai tujuan keuangan. 

Bank Saqu mempunyai fitur Busposito. Inovasi yang menghadirkan layanan deposito ini mengoptimalkan kekuatan komunitas dalam menabung bersama, memberikan daya tarik tersendiri bagi nasabah.

"Dengan bunga kompetitif hingga 7 persen per tahun, Busposito menawarkan keuntungan menabung bersama dalam komunitas, menciptakan pengalaman deposito yang lebih produktif dan kolaboratif," jelasnya. 

3. DPK Bank Saqu tumbuh 24,70 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Arief Rahmat)

Kinerja fungsi intermediasi Bank Jasa Jakarta (Bank Saqu) menunjukkan hasil yang sangat baik per September 2024 atau kuartal III 2024. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit tumbuh positif. 

Berdasarkan laporan publikasi per September 2024, DPK Bank Saqu tumbuh 24,70 persen year on year (yoy), menjadi Rp6,21 triliun. Pertumbuhan ini didukung oleh kenaikan signifikan pada komponen dana murah (giro dan tabungan) sebesar 40,19 persen, dari Rp714,45 miliar menjadi Rp1,00 triliun.

Kontribusi dana murah terhadap total DPK juga meningkat dari 14,35 persen menjadi 16,13 persen, mencerminkan efisiensi biaya dana yang semakin baik.

Dari sisi penyaluran kredit, kinerja bank yang dipimpin Leonardo Koesmanto sebagai direktur utama ini sangat mengesankan. Pertumbuhan kredit Bank Saqu jauh melampaui pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang tercatat 10,85 persen pada periode yang sama. Kredit yang disalurkan Bank Saqu melonjak 67,72 persen yoy, dari Rp2,97 triliun menjadi Rp4,98 triliun.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us