Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Uang Lebih Banyak Bisa Ubah Kepribadian Seseorang, Ini Hasil Studinya
ilustrasi uang, kepribadian (magnific.com/rawpixel.com)
  • Meta-analisis 11 studi longitudinal terhadap 134.515 orang dewasa di lima negara menemukan peningkatan pendapatan berkaitan dengan perubahan kepribadian selama 4–19 tahun.
  • Kenaikan penghasilan dikaitkan dengan disiplin dan stabilitas emosional yang lebih tinggi, tetapi sedikit penurunan keramahan serta ekstroversi; besarnya perubahan relatif kecil.
  • Hubungan uang dan kepribadian berjalan dua arah: disiplin serta stabilitas emosional terkait pendapatan berikutnya, namun studi observasional belum membuktikan kenaikan gaji sebagai penyebab langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mendapatkan kenaikan gaji tentu menjadi kabar menyenangkan, apalagi kalau selama ini kamu harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan penghasilan yang lebih besar, kamu bisa memiliki lebih banyak pilihan, mulai dari menabung, berinvestasi, sampai menikmati hasil kerja keras sendiri.

Namun, pernahkah kamu berpikir bahwa perubahan kondisi keuangan ternyata bisa memengaruhi kepribadian seseorang? Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Psychological Bulletin menemukan hubungan antara peningkatan pendapatan dan perubahan beberapa sifat kepribadian dalam jangka panjang.

Meski pengaruhnya relatif kecil, temuan ini menarik karena menunjukkan bahwa pengalaman di dunia kerja dan perubahan penghasilan bisa berkaitan dengan cara seseorang bersikap serta berinteraksi dengan orang lain. Yuk, simak lima temuan menarik dari penelitian ini untuk memahami bagaimana perubahan penghasilan bisa berkaitan dengan kepribadianmu.

1. Penghasilan meningkat bisa membuatmu lebih disiplin

ilustrasi disiplin, serius bekerja, belajar, lembur, ngopi (magnific.com/drobotdean)

Menurut penelitian dalam jurnal Psychological Bulletin, tim peneliti yang dipimpin Wen-Dong Li menganalisis 11 studi longitudinal yang melibatkan sekitar 134.515 orang dewasa dari lima negara. Penelitian tersebut menelusuri perubahan pendapatan dan kepribadian para partisipan selama periode empat hingga 19 tahun.

Hasil analisis menunjukkan bahwa orang yang mengalami peningkatan pendapatan cenderung menjadi lebih disiplin, terorganisasi, dan bertanggung jawab. Dalam psikologi, sifat ini dikenal sebagai conscientiousness, yaitu kecenderungan untuk merencanakan sesuatu, mengendalikan diri, dan menyelesaikan tugas dengan baik.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Mengutip China Business Knowledge dari CUHK Business School, peningkatan penghasilan mungkin membuat seseorang semakin yakin dengan kebiasaan kerja yang selama ini membantunya meraih keberhasilan.

Ketika mendapatkan hasil positif dari cara kerja tertentu, kamu cenderung terdorong untuk mempertahankan dan mengulanginya. Jika kebiasaan tersebut melibatkan perencanaan, kedisiplinan, dan penyelesaian tugas secara konsisten, sifat-sifat itu berpotensi semakin kuat seiring waktu.

2. Kamu mungkin menjadi lebih stabil secara emosional

ilustrasi kalem, tenang, sabar (magnific.com/katemangostar)

Peningkatan pendapatan juga berkaitan dengan stabilitas emosional seseorang. Dalam penelitian yang sama, orang yang penghasilannya meningkat cenderung menunjukkan stabilitas emosional yang lebih tinggi pada periode berikutnya.

Sifat tersebut menggambarkan kemampuan seseorang untuk menjaga kestabilan emosi ketika menghadapi tekanan, masalah, atau situasi yang tak sesuai harapan. Artinya, perubahan penghasilan berkaitan dengan kemungkinan seseorang menjadi lebih tenang dalam menghadapi berbagai tuntutan kehidupan.

Coba bayangkan ketika penghasilanmu sebelumnya hanya cukup untuk membayar kebutuhan pokok setiap bulan. Kamu mungkin merasa khawatir saat ada tagihan mendadak atau kebutuhan keluarga yang harus segera dipenuhi.

Ketika pendapatan meningkat, kamu berpotensi memiliki ruang keuangan yang lebih luas untuk menghadapi situasi tersebut. Namun, kenaikan gaji gak otomatis menghilangkan stres, ya, karena kondisi keuangan, tanggung jawab, dan pengalaman setiap orang berbeda.

3. Kamu bisa menjadi sedikit kurang ramah

ilustrasi berangkat kerja, jalan kaki, karyawan kantoran, pekerja, rekan kerja, stasiun subway, New York, Amerika Serikat (pexels.com/Mizuno K)

Temuan berikutnya berkaitan dengan sifat agreeableness, yaitu kecenderungan seseorang untuk bersikap ramah, kooperatif, dan memperhatikan perasaan orang lain. Penelitian yang dipimpin Wen-Dong Li menemukan bahwa peningkatan pendapatan berkaitan dengan penurunan sifat tersebut. Meski begitu, perubahan yang ditemukan relatif kecil sehingga kamu gak bisa langsung menyimpulkan bahwa orang yang penghasilannya meningkat pasti menjadi sombong atau gak peduli terhadap orang lain.

Dalam China Business Knowledge, Li dan timnya menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan dapat memperkuat keyakinan seseorang terhadap cara kerja yang selama ini membawanya menuju keberhasilan. Akibatnya, seseorang mungkin lebih memilih mempertahankan strategi yang sudah terbukti efektif daripada mempertimbangkan pendekatan baru.

Dalam situasi tertentu, perubahan ini bisa memengaruhi cara seseorang merespons pendapat orang lain atau mengambil keputusan. Namun, bersikap tegas dan yakin terhadap kemampuan diri tetap berbeda dengan merendahkan orang lain, ya.

4. Penghasilan lebih besar bisa membuatmu kurang ekstrover

ilustrasi kerja keras, lembur (magnific.com/magnific)

Penelitian tersebut juga menemukan hubungan antara peningkatan pendapatan dan penurunan sifat ekstrover. Ekstroversi merupakan kecenderungan seseorang untuk aktif bersosialisasi, menikmati interaksi dengan orang lain, dan mencari pengalaman baru. Artinya, orang yang mengalami peningkatan pendapatan cenderung menunjukkan sedikit penurunan pada sifat ini seiring waktu. Temuan tersebut bukan berarti semua orang yang mendapatkan promosi atau kenaikan gaji akan berubah menjadi pribadi yang pendiam.

Menurut penjelasan Li dalam China Business Knowledge, kenaikan penghasilan dapat membuat seseorang semakin yakin terhadap strategi yang selama ini berhasil dalam pekerjaannya. Akibatnya, ia mungkin lebih memilih mempertahankan pola kerja yang sudah dikenal daripada terus mencoba pendekatan baru.

Kebiasaan tersebut berpotensi mengurangi kecenderungan untuk mengeksplorasi hal-hal baru, termasuk dalam interaksi sosial. Meski demikian, penelitian ini membahas kecenderungan secara umum, bukan perubahan yang pasti dialami setiap individu.

5. Kepribadian juga bisa memengaruhi penghasilanmu

ilustrasi gaji, uang rupiah (vecteezy.com/Miftachul Huda)

Menariknya, hubungan antara uang dan kepribadian ternyata berjalan dua arah. Penelitian Wen-Dong Li dan timnya menemukan bahwa orang yang menjadi lebih disiplin dan stabil secara emosional juga cenderung mengalami peningkatan pendapatan pada periode berikutnya.

Sebaliknya, peningkatan ekstroversi berkaitan dengan pendapatan masa depan yang sedikit lebih rendah dalam analisis tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa kepribadian dapat berkaitan dengan perjalanan karier, sementara pengalaman mendapatkan penghasilan lebih tinggi juga berpotensi membentuk kepribadian.

Pengalaman sukses dalam pekerjaan bisa memperkuat kebiasaan dan cara berpikir seseorang. Ketika strategi kerjamu terbukti efektif, kamu mungkin semakin percaya diri untuk menggunakannya kembali.

Kebiasaan itu dapat membantu meningkatkan konsistensi dalam bekerja, tapi ada risikonya, yakni kamu jadi kurang tertarik mencoba pendekatan baru. Karena itu, penting untuk memahami bahwa kepribadian gak sepenuhnya menetap dan dapat berubah mengikuti pengalaman di dunia kerja.

Di sisi lain, penelitian psikolog Paul Piff yang dibahas oleh Marketplace memberikan gambaran tentang hubungan kekayaan dan perilaku sosial. Dalam sebuah eksperimen permainan Monopoli yang dirancang dengan kondisi tak seimbang, pemain yang mendapatkan keuntungan lebih besar sejak awal cenderung menjadi lebih dominan dan mengaitkan keberhasilannya dengan kemampuan pribadi. Padahal, mereka sudah memiliki keunggulan sejak permainan dimulai. Penelitian tersebut menunjukkan bagaimana keuntungan ekonomi bisa berkaitan dengan cara seseorang memandang keberhasilan, meskipun hasil eksperimen ini gak membuktikan bahwa semua orang kaya akan bersikap serupa, lho.

Pada akhirnya, peningkatan penghasilan memang berkaitan dengan sejumlah perubahan kepribadian, mulai dari kedisiplinan dan stabilitas emosional hingga kecenderungan bersosialisasi. Namun, kamu perlu memahami bahwa penelitian tersebut bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan bahwa kenaikan pendapatan secara langsung menyebabkan perubahan kepribadian. Faktor lain, seperti perubahan pekerjaan dan pengalaman hidup, juga mungkin berperan.

Jadi, ketika penghasilanmu meningkat, nikmati pencapaian tersebut sambil tetap menjaga empati, menghargai orang lain, dan terbuka terhadap pengalaman baru. Sebab, keberhasilan finansial akan terasa lebih bermakna ketika kamu tetap bisa berkembang tanpa kehilangan sikap baik terhadap orang-orang di sekitarmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article