Portofolio bisnis PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). (dok. WIKA Beton)
Dalam laporan keuangan 2025, WIKA berhasil menurunkan beban keuangan sebesar 9,59 persen, dari Rp3,28 triliun pada 2024, menjadi Rp2,97 triliun tahun lalu. Liabilitas perusahaan pada 2025 juga turun 6,07 persen atau Rp3,13 triliun, dari Rp51,59 triliun pada 2024, menjadi hanya Rp48,46 triliun pada 2025.
WIKA juga mencatatkan penurunan pada utang usaha sebesar Rp1,79 triliun, dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun, atau menurun 29,5 persen dan 5,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain mengupayakan operation excellence dan perbaikan struktur permodalan, perseroan melalui 8 langkah stream penyehatan keuangan juga terus mengupayakan percepatan penyelesaian piutang baik melalui mediasi hukum maupun upaya penagihan.
Perusahaan menurunkan nilai piutang sebesar Rp1,89 triliun atau sebesar 29,2 persen menjadi Rp4,58 triliun, dan nilai pekerjaan dalam proses konstruksi sebesar Rp1,15 triliun atau sebesar 34,6 persen di 2025.
“Kita kan juga penugasan-penugasan dari pemerintah juga kita laksanakan dengan baik. Artinya sebenarnya secara kemampuan cash, WIKA sebenarnya lebih baik dibanding sebelumnya. Bahkan di tahun 2025 kita juga malah penurunan utang cukup signifikan juga, sampai Rp3 triliun,” ujar Agung BW.