Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Buruh

Ilustrasi Tunawisma (Pixabay.com/KasunChamara)
Ilustrasi Tunawisma (Pixabay.com/KasunChamara)

Teruntuk Marsinah
Yang merekah penuh darah
Teruntuk Munir
Yang telah dibombardir

Ku kira akan terhenti pada Anda,
Berdua
Tapi, lihatlah kini
Semakin lama
Kekuasan itu merajalela
Bukan karena sosok yang bersahaja
Apalagi sederhana

Diktator itu punya nama
Bukan Jawa, Madura, atau Papua
Itu soal pilihan kita
Mudah diadu domba
Atau mental "Babu" saja

1 Mei selalu dikaitkan dengan "buruh"
Tapi kebijakan mereka selalu membunuh
Pajak dinaikkan
Kesejahteraan terabaikan
Sembako mahal
Harga diri terjual

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sejatinya Tidak Sempurna

13 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction
ilustrasi orang yang bekerja dari rumah

[PUISI] Tanda Tanya

09 Feb 2026, 21:07 WIBFiction