[PUISI] Ironi Kisah Semusim

Kau cari-cari telaga jernih di dalam matanya
Kau temukan titik api yang menyala di sana
Kau cari bintang yang kau harap berkerlip di wajahnya
Kau temukan arang yang menghitam melukisi cemoohnya
Kau pejam mata yang seketika mengerjap hangat
Berat hati melepaskan apa yang terlanjur terikat erat
Kau sangka dengannya tak akan berlalu dengan singkat
Tapi ternyata semua hal terjadi dengan begitu cepat
Entah apa penyebab semua kenyataan berubah
Mungkin karena keputusan yang terlalu gegabah
Atau derasnya pertengkaran yang melanda bagai air bah
Menyeretmu semakin jauh ke dasar terdalam lembah
Semua fatamorgana dan ilusi akhirnya pudar sia-sia
Tak lagi seindah kilau untaian tutur kata cinta
Waktu pun perlahan menyingkap berjuta realita
Banyak hal di awal adalah kumpulan sandiwara semata
Benar luka ini menikam telak penuh pedih
Benar tangis lirih ini sungguh ingin menjerit sedih
Tetapi mengakhiri segalanya sebelum mendidih
Adalah yang lebih baik daripada harus terus berselisih
Sakit saat ini adalah sebuah pengorbanan
Walau berat tetap harus kau tinggalkan
Kelak akan kau pahami arti kebenaran
Juga hakikat dari semua makna perjalanan



















