[PUISI] Kita yang Diam-Diam Belajar Bernapas Lagi

Ada masa ketika pagi tak benar-benar pagi
ia hanya cahaya yang datang tanpa janji
Aku bangun membawa sisa semalam
yang belum selesai kupahami
Langkah-langkahku belajar pelan
tak lagi ingin sampai lebih dulu
Aku menimbang setiap arah
seperti menimbang diri sendiri
Kadang dunia terlalu cepat bicara
sementara hatiku masih mengeja makna
Aku memilih diam
bukan karena kalah, tapi sedang menyusun tenaga
Di sela ragu yang berulang
aku temukan satu hal sederhana:
ternyata bertahan juga bentuk keberanian
meski tak pernah diberi tepuk tangan
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















