Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Berteduh

ilustrasi seorang perempuan sedang berteduh
ilustrasi seorang perempuan sedang berteduh (freepik.com/freepik)

Aku berjalan pulang dengan langkah yang rapuh
Sisa hujan masih melekat di bahu yang lusuh
Patah hati membuat dunia terasa runtuh
Namun hidup memintaku terus tumbuh dan tumbuh

Di persimpangan sepi aku memilih berteduh
Bukan lagi pada janji yang pernah begitu utuh
Aku belajar menahan gemetar dan keluh
Menyusun ulang diri yang sempat jatuh

Tempat ini sunyi, tak banyak tanya dan tak runtuh
Ia tak memaksa luka cepat sembuh
Di sini aku bernapas, perlahan dan penuh
Membiarkan waktu merawat resah yang mengeluh

Dari patah yang telah lalu, aku belajar patuh
Bahwa bertahan juga bentuk paling jujur dari tubuh

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction
ilustrasi orang yang bekerja dari rumah

[PUISI] Tanda Tanya

09 Feb 2026, 21:07 WIBFiction