Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Di Antara Hujan Bandung dan Tawa Teman

[PUISI] Di Antara Hujan Bandung dan Tawa Teman
ilustrasi pertemanan (unsplash.com/Papaioannou Kostas)

Bandung, kota yang menghirup pagi dari pegunungan
Jalan-jalannya menyimpan tawa yang tak pernah benar-benar pulang
Di bawah langit yang sering lupa memilih antara hujan dan biru,
kami berjalan--bukan untuk sampai, tapi untuk bersama

Teman-teman duduk di warung kecil
Kopi hitam menguap seperti rahasia lama
Cerita berloncatan, dari hal remeh sampai mimpi besar
Semuanya terasa penting karena diucapkan beramai-ramai

Bandung mengajarkan kami pelan-pelan
bahwa dingin bisa hangat jika ada bahu di samping
Waktu bisa lambat saat tawa menolak berhenti
dan perpisahan selalu pura-pura singkat

Ketika langkah membawa kami menjauh,
nama kota ini akan kembali sebagai rasa
Bandung dan teman
dua hal yang tak pernah benar-benar selesai
Hanya berubah menjadi kenangan yang bernapas selamanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction