Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Gemuruh Redam

ilustrasi menghadap laut
ilustrasi menghadap laut (pexels.com/Ben Mack)

Ada riuh yang tak bersuara
Mengendap di sela napas
Seperti badai yang memilih enggan beranjak
Mengetuk pelan pada pintu dada yang retak

Sunyi yang bukan hening
Bisikan tajam menolak padam
Layaknya nyala api lilin dilalap angin
Tersipu malu merayu gelombang saling bertubrukan
Namun tak ada ombak
yang diizinkan pecah

Segalanya harus diam
Segalanya harus terkendali
Betapa pun jiwa ini ingin menggulung
Seperti laut kehilangan bulan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Potret kursi roda

[CERPEN] Kursi Roda Ali

20 Jan 2026, 21:56 WIBFiction
ilustrasi seorang pria di tengah keramaian

[PUISI] Berlalu-Lalang

20 Jan 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi gambar

[PUISI] Pena dan Kertas

18 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menggugat Doa

18 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi bulan sabit

[PUISI] Bulan Sabit

17 Jan 2026, 21:17 WIBFiction