Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Gemuruh Redam

[PUISI] Gemuruh Redam
ilustrasi menghadap laut (pexels.com/Ben Mack)

Ada riuh yang tak bersuara
Mengendap di sela napas
Seperti badai yang memilih enggan beranjak
Mengetuk pelan pada pintu dada yang retak

Sunyi yang bukan hening
Bisikan tajam menolak padam
Layaknya nyala api lilin dilalap angin
Tersipu malu merayu gelombang saling bertubrukan
Namun tak ada ombak
yang diizinkan pecah

Segalanya harus diam
Segalanya harus terkendali
Betapa pun jiwa ini ingin menggulung
Seperti laut kehilangan bulan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi

10 Mar 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction