Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Hantu Tanah Sangkolan

[PUISI] Hantu Tanah Sangkolan
ilustrasi petani (pexels.com/Pixabay)
Share Article

Hamparan luas mentari pulau garam
Terbisik iming-iming sebuah hasutan
Rakyat terhantam ribuan rayuan
Wajah musam bercampur geram
Suara jelas akan penolakan

Saban hari gerombolan berdasi
Wekel sigap lakukan negosiasi
Bukan sekali bahkan berkali-kali
Mainkan ekspresi hingga senja hari

“Maaf tuan, kami tidak jual tanah warisan!”
Teriak mulut rakyat mengeluarkan api
Tanah kami simbol harga diri
Hidup mandiri lebih berarti
Daripada jadi pengemis di kemudian hari

Silakan pulang sebelum nyawa jadi taruhan
Wahai tuan gagah berdasi, kami butuh akan kedamaian
Bukan harta yang dipertuhankan

Mulia diri meski miskin materi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zian Sagara
EditorZian Sagara

Related Articles

See More

[PUISI] Rahasia Ombak yang Pulang

15 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tuntutan Zaman

[PUISI] Tuntutan Zaman

14 Jun 2026, 23:48 WIBFiction
[PUISI] DIa yang menghatui

[PUISI] DIa yang menghatui

14 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gigi Bungsu

[PUISI] Gigi Bungsu

14 Jun 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Sehelai Daun Maple

[PUISI] Sehelai Daun Maple

13 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Pahat

[PUISI] Pahat

13 Jun 2026, 05:04 WIBFiction