Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Hati yang Hampa

[PUISI] Hati yang Hampa
ilustrasi berbaring di lantai dalam gelap (pexels.com/Alan Cabello)

Mata merah, kosong kepala, hati yang hampa

Perasaan ini seakan bertahan selamanya

Tak kulihat apa pun di depan

Kecuali diriku, mengais sisa kehidupan

Kau melangkah datang menuju diriku adalah kemustahilan

Sedangkan kakiku yang berlari mengarah padamu menjadi pilihan

Maka kita hanya berbaring sendiri menikmati dinginnya lantai

Sebab tubuhku pun terlalu lelah untuk berkompromi

Hingga semuanya larut terlupakan waktu

Tanpa goresan berarti, selalu begitu

Setiap napas yang kuhela, hanya Tuhan yang tahu

Sebab dirimu terlalu jauh entah di mana

Dan keduaku mataku senantiasa terpejam

Melepaskan mereka yang terus terbang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Desi
EditorIrma Desi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia

10 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction