Di atas sajadah waktu yang kian mengelupas dan koyak
kita mengeja kepatuhan pada takdir yang berkali-kali membelot
asap kemenyan dan air mata melarut dalam cawan yang sama
menjelma cuka paling pekat yang harus direguk sang jiwa
sebelum malam menyegel bibir kita dari segala bentuk pembelaan
Lihatlah bagaimana jemari hari menanggalkan daging dari belulang
membiarkan kita telanjang di hadapan cermin-cermin yang bisu
tak ada pengampunan bagi mereka yang memelihara berhala angan
hanya ada keheningan yang melilit leher hingga tercekik
menagih janji yang dulu kita bisikkan di celah prasasti luka
Maka biarlah raga ini menjadi tumbal bagi kesunyian yang abadi
dibiarkan membusuk di sudut ingatan yang tak lagi berpenghuni
sebab pada akhirnya, setiap jejak yang kita ukir dengan darah
hanya akan dihapus oleh gerimis malam yang dingin
tanpa pernah ada naskah yang mencatat kita pernah ada
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut
![[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut](https://image.idntimes.com/post/20260803/pexels-cottonbro-7792249_b9da6e95-571b-4517-bd64-335668a57b9d.jpg)
ilustrasi pria berjubah hitam (pexels.com/cottonbro studio)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Petir di Langit Surga06 Agu 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Mengeja Perempuan05 Agu 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Belajar dari Arah yang Salah04 Agu 2026, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Untuk Sekadar Diberi Ruang09 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Liturgi sang Pengembara Maut09 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Secangkir Teh dan Hening08 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Membilas Debu di Pelataran Takdir08 Agu 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Belajar Meluruh Seperti Daun Gugur08 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Mencari Warna di Antara Abstraksi08 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Merawat Kata Setelah Luka07 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Melodi dalam Potret Lembayung07 Agu 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Kau Pantas Tepuk Tangan07 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Menjaga Diri dari Rasa Kecewa07 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Jendela yang Tak Pernah Menutup Langit06 Agu 2026, 21:47 WIB
[PUISI] Pertemuan di Persimpangan06 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Suara Lama06 Agu 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Seuntai Doa di Samping Ranjangmu06 Agu 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Petir di Langit Surga06 Agu 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Yang Lebih Megah dari Harta05 Agu 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Sayup-sayup Doa05 Agu 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Pengawal Sang Saka05 Agu 2026, 12:57 WIB
[PUISI] Bertopeng Kepalsuan05 Agu 2026, 12:48 WIB
[PUISI] Saat Harapan Kehilangan Warna05 Agu 2026, 05:25 WIB