Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Mendekap Hutan yang Tengah Sekarat

[PUISI] Mendekap Hutan yang Tengah Sekarat
ilustrasi seorang wanita di hutan (pexels.com/Riccardo Mion)

Aku membelai dedaunan dari tanahmu yang retak
Kering warna kuning hingga cokelat
Tulang-tulang ranting juga tergeletak
Kuremas satu per satu, sebentar lagi bakal jadi serpihan debu

Aku bangkit
Sudah berlarian tapi hutan tetap hening
Jejak hewan-hewan terhenti
Mungkin bersembunyi di sela semak
Mencari tanah, pohon, dan rumput yang belum tersentuh
Tapi tak dapat mereka temui di titik mana pun

Telah kau jaga sanggupmu
Tapi wangi basah usai hujan semakin samar
Aromanya bercampur bau kayu-kayu tumbang
Hutan sekarat
Didekap pun mustahil akan selamat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Logika Tak Kuperlukan saat Ini

02 Apr 2026, 18:04 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction