Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menikmati Patah Hati

[PUISI] Menikmati Patah Hati
Ilustrasi patah hati (IDN Times/Mardya Shakti)

Jika bagimu hal termudah adalah melupakanku

Maka hal termudah bagiku adalah memaafkanmu

Memaafkan segala kecurangan yang melukai perasaan

Tentang tuduhan yang kau jadikan sandiwara

Untuk kesalahan yang telah kau perbuat

 

Perlahan silir angin berhembus membelai angan

Berganti membasuh nurani pada ingatan yang telah mati

Biarkan aku mengalah

Biarkan aku yang memilih pergi usai rasa yang terkhianati

 

Aku akan terus berjalan untuk melupakan kisah yang salah

Sembari memberi jeda pada rasa yang kini kian menyibak luka

Pada akhirnya sakit hati menjadi pilihanku

Sebab bila aku bertahan maka perpisahan tinggal menunggu waktu

 

Darimu aku belajar bahwa patah hati adalah bagian dari mencintai

Semesta, aku titip dia

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Tomi Wijanarko
EditorTomi Wijanarko
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sunyi yang Mendesak

24 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction