Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Merayu Tuan Tak Bernama

[PUISI] Merayu Tuan Tak Bernama
ilustrasi berjabat tangan (pexels.com/Thư Tiêu)

Sembilan belas tahun matahari terbit dari timur
Sedikit yang kutahu seumur hidupku

Namun, hari ini sejarah itu sedikit berubah,
saat kulihat kau tertawa di ufuk barat

Konon dunia segera berakhir
Namun, sebelum semua petaka itu benar-benar tiba,
bolehkah aku menyimpan namamu, Tuan?

Supaya aku tahu bagaimana aku memperpanjang doaku malam ini
dan merajut kata menjadi puisi klasik tak berwarna
hingga suatu hari kau bersedia mewarnainya sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Ruang yang Kini Menjadi Sunyi

10 Apr 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Bayang Tanpa Nama

[PUISI] Bayang Tanpa Nama

09 Apr 2026, 19:48 WIBFiction
[PUISI] Perjalanan Lara

[PUISI] Perjalanan Lara

09 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Asal Bapak Senang

[PUISI] Asal Bapak Senang

06 Apr 2026, 05:04 WIBFiction