Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi mengetik dengan mesin tik (pexels.com/cottonbro studio)

Jatuh cinta pada sajak tak pernah terlintas
Dalam benakku yang isinya hanya ingin 
Kaya-raya dan punya sepetak rumah
Sendiri agar tak diusir siapa-siapa
Pindah kota pindah negara 
Jauh dari segalanya

Tapi bagaimanalah 
Apa Guna paling bersalah 
Menghantui tiap sudut kepala
Setiap aku hendak kabur dari puisi
Setiap aku beranjak menemui mimpi 
Boro-boro punya ilmu tinggi untuk mengibuli
Buku pun jarang kubaca, tak bungkam hamba

Bahkan, meski tiap bait yang kutulis disebut sampah
Dan penghasilanku tak cukup mencukupi orang-
Orang di rumah, aku akan tetap bersuara dari
Kamar kecil yang atapnya bocor dan basah 
Walau terkadang delusi mampir lagi 
Sampai aku rasanya ingin mati 
Tapi kenapa pula buru-buru 
Toh kumpulan babi
Belum diadili serta 
Penyair favoritku
Belum dapat
Keadilan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎