[PUISI] Palung Batin

Di palung batin, menyelam tanpa peta,
Sunyi menjelma ikan-ikan gelap yang berenang di dada
Waktu berkarat di dinding nadi,
Menetes pelan sebagai doa yang lupa arah
Hati serupa sumur tua
Timba harap ditarik dengan tali ragu
Berderit,
Memanggil nama-nama yang luruh sebelum berlabuh
Pikiran adalah ombak berkepala duri,
Memukul tebing kesadaran berkali-kali,
Sementara terkulai menanam napas
Agar tak hanyut oleh gema diri
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















