Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[Puisi] Perempuan Penikmat Mendung

[Puisi] Perempuan Penikmat Mendung
Pixabay.com/Free-Photos
Share Article

Ia duduk bertopang dagu menatap awan
Netranya terang menembus kelam
Bisik angin menyisir keheningan
Gelitik yang menggoda senyum
Pada bibir yang tersungging kepastian
Juga pipi yang merona oleh malam

Tak peduli kilau kilat menyemburkan ketakutan
Ia tak bisa berhenti menikmati salam cinta sang alam
Melalui kegelapan mendung yang menggetarkan
Adalah anugerah bagi sosok berbalut jubah hitam

Sembari menikmati secangkir harapan
Semangkuk mimpi yang tak pernah padam
Juga sepiring cita di masa depan
Aroma tanah basah tumpah ruah tercium
"Wahai, hujan telah turun!"

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Curated For You

[PUISI] Tawa di Bulan Juli

18 Feb 2019, 22:10 WIBFiction
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Related Articles

See More
[PUISI] Dirundung Dahaga

[PUISI] Dirundung Dahaga

08 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Percaya Pada Rasa

[PUISI] Percaya Pada Rasa

07 Jul 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Munajat

[PUISI] Munajat

07 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rakus Duniawi

[PUISI] Rakus Duniawi

06 Jul 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Sekelebat Mimpi

[PUISI] Sekelebat Mimpi

06 Jul 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Saling Becermin

[PUISI] Saling Becermin

05 Jul 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bisik Pekerja

[PUISI] Bisik Pekerja

04 Jul 2026, 21:17 WIBFiction