Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[Puisi] Perempuan Penikmat Mendung

[Puisi] Perempuan Penikmat Mendung
Pixabay.com/Free-Photos

Ia duduk bertopang dagu menatap awan
Netranya terang menembus kelam
Bisik angin menyisir keheningan
Gelitik yang menggoda senyum
Pada bibir yang tersungging kepastian
Juga pipi yang merona oleh malam

Tak peduli kilau kilat menyemburkan ketakutan
Ia tak bisa berhenti menikmati salam cinta sang alam
Melalui kegelapan mendung yang menggetarkan
Adalah anugerah bagi sosok berbalut jubah hitam

Sembari menikmati secangkir harapan
Semangkuk mimpi yang tak pernah padam
Juga sepiring cita di masa depan
Aroma tanah basah tumpah ruah tercium
"Wahai, hujan telah turun!"

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Titik yang Enggan Dijemput Garis

25 Mar 2026, 19:22 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction