Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Puisi Patah Arang

ilustrasi keputusasaan (pexels.com/@liza-summer)
ilustrasi keputusasaan (pexels.com/@liza-summer)

Hari ini aku sudah kalah
Kebobolan dengan telak
Peraduan bagai samsak

Lampu arena menyorot luka
Dan carut-marut yang bersarang di buku harian
Kapan hujan mengobati laraku?
Di mana Tuhan membayar baikku?

Baju ini sudah aku jahit berkali-kali
Sobeknya masih terus menjamur
Tidak ada yang sesuai harapan
Air panas dan sabun colek murah hanya menambah runyam masalah

Aku bisa apa di meja makan semesta?
Segigit pun bukan haknya
Remah roti juga tidak bertamu di lidah

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satrio Wahyu
EditorSatrio Wahyu
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Pilihan yang Kuterima

14 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang sedang merenung

[PUISI] Setelah Luka

13 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi senja

[PUISI] Lirih Jingga

13 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi berdoa

[PUISI] Menyeduh Sabar

12 Feb 2026, 19:47 WIBFiction
ilustrasi bayangan di bawah senja

[PUISI] Benang Temaram

12 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi perempuan berdoa

[PUISI] Kepada Ramadan

11 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi wanita

[PUISI] Telanjur Salah

10 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi berdiri

[PUISI] Sepenuhnya Pulih

10 Feb 2026, 14:07 WIBFiction