Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Sore Pilu

Pemandangan sore yang tenang dan sendu
ilustrasi pemandangan sore hari (pexels.com/Rino Adamo)

Ini Aku…

Meratap nestapa pada makna

Diam-diam menangisi hangat yang membiru

Boleh kupergi mendayung asa  yang semu

Cakarnya pelan-pelan merasukiku

 

Ini Aku...

Sudah kuziarahi tiap bagian kalbu

Meliuk harapku hingga terbunuh

Nyalanya masih terinjak sepi

Pada setiap jengkal anganmu

 

Ini Aku...

Mengiring kabut, memeluk rindu

Pada harap yang terasa kelu

Mungkin dulu milikku

Sore Pilu!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sore Pilu

24 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang berdiri di tengah cahaya terang

[PUISI] Senyap Kemenangan

24 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi perkuburan

[PUISI] Menuju Ketiadaan

23 Jan 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi angin

[PUISI] Embusan

22 Jan 2026, 21:17 WIBFiction
ilustrasi wanita yang berdiri di dekat kereta

[PUISI] Sapa Tanpa Gaung

21 Jan 2026, 05:15 WIBFiction
Potret kursi roda

[CERPEN] Kursi Roda Ali

20 Jan 2026, 21:56 WIBFiction
ilustrasi seorang pria di tengah keramaian

[PUISI] Berlalu-Lalang

20 Jan 2026, 21:48 WIBFiction