Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Tangis di Balik Reruntuhan

[PUISI] Tangis di Balik Reruntuhan
ilustrasi bangunan hancur (unsplash.com/Mohammed Ibrahim)
Share Article

Air mata bercampur dengan debu
Membasuh perih luka menganga
Nestapa masih enggan beranjak
Meski sudah berteriak dengan suara serak

Reruntuhan adalah tempat berpijak
Dengan pijakan kaki terhuyung limbung
Menyeduh muram dalam cawan kelam
Berpelukan dengan cahaya suram

Tangis dari manusia tak berdosa
Teriakan serak dari sisi reruntuhan
Memperkirakan kapan muram akan menghilang
Merindu seberkas senyum mengembang

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro

Related Articles

See More

[PUISI] Lumbung Kosong

23 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Menebak Arah Dunia

[PUISI] Menebak Arah Dunia

23 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Batas Nalar

[PUISI] Batas Nalar

22 Jun 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction