[PUISI] Usai sebelum Memulai

Jarak berlabuh di antara kesunyian yang mengandung unsur ketidakadilan
Harusnya malam itu kau berjalan bersamaku di tengah keramaian
Namun raga tak mampu menemuimu di ujung penantian
Rasa hanya berani bersemayam di balik peradaban
Semakin hari, semakin berani memandang
Bersembunyi di balik tatapan, seolah tak melakukan apa-apa
Berdiam diri meski telah tahu kenyataannya
Bercengkerama bersama, hingga lupa bahwa kita bukan siapa-siapa
Mengikuti arus yang mendasar tanpa keraguan
Tanpa keyakinan pula kita tidak bermaksud menyamai langkah
Hingga pada akhirnya kita usai sebelum memulai, dengan begitu saja
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.



















