Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rindu

ilustrasi kuburan (unsplash.com/mattbotsford)
ilustrasi kuburan (unsplash.com/mattbotsford)

Rintik hujan jatuh begitu saja membasahi tubuhku yang lemah dan pasrah.

Ini bukan kali pertama aku menatap kosong ke arah gundukan tanah yang tertancap kayu bertuliskan namamu.

Nama yang selalu menjadi alasan kenapa aku begitu kuat menjalani hariku.

Dan kini aku hanya bisa tersenyum miris mengenang kisah yang terpaksa selesai begitu saja.

Ujung dari segala harap telah sampai di depan mata, aku merelakanmu kembali kepada yang Kuasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Merry Wulan
EditorMerry Wulan
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[CERPEN] Halte, Hujan, dan Kartu Nama

07 Feb 2026, 08:10 WIBFiction
ilustrasi hutan bambu

[PUISI] Rumah tak Bersisa

07 Feb 2026, 07:07 WIBFiction
ilustrasi perempuan bersedih karena ditinggal kekasih

[PUISI] Belenggu Rindu

06 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
Ilustrasi menggosip

[CERPEN] Penggosip

05 Feb 2026, 15:17 WIBFiction
ilustrasi seseorang kehujanan

[PUISI] Hujan dan Luka

04 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
Ilustrasi gambar orang berjalan

[CERPEN] Langkah Kerinduan

04 Feb 2026, 05:10 WIBFiction
Seseorang menatap langit senja

[PUISI] Jingga di Langit

04 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi potret buram (pexels.com/Cottonbro studio)

[PUISI] Simpang Buram

03 Feb 2026, 06:12 WIBFiction
ilustrasi taman

[PUISI] Taman yang Salah

03 Feb 2026, 05:24 WIBFiction