Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Syair Hujan pada Rintik Purba

[PUISI] Syair Hujan pada Rintik Purba
ilustrasi rintik hujan (pexels.com/Burak The Weekender)
Share Article

Rintik teduh menggugurkan sunyi,
bagai kidung purba yang terucap lirih.
Di balik mega yang muram berseri,
terdengarlah bisik alam teramat bening.

Angin lembayung menggesek pepohonan renta,
membawa wangi tanah yang bangkit dari lena.
Hujan turun laksana tirai semesta,
menyelubung hari dengan sejuk tak terkira.

Titik air menari di pelataran senja,
membangunkan kenangan yang lama terpendam.
Seolah zaman lampau kembali berjaga,
mengiring langkah dalam teduh kelam.

Wahai hujan, titahmu menjalin hening,
menganyam waktu menjadi syair usang.
Dalam gemericikmu aku pun termangu bening,
merapal doa semoga damai tak lekang sepanjang musim datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera

Related Articles

See More

[PUISI] Pengagum Layar Kaca

18 Jun 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Parade Rasa

[PUISI] Parade Rasa

17 Jun 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Tak Tersentuh

[PUISI] Tak Tersentuh

16 Jun 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Segenggam Getar

[PUISI] Segenggam Getar

16 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pergi ke Matahari

[PUISI] Pergi ke Matahari

16 Jun 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rindu Tak Bertuan

[PUISI] Rindu Tak Bertuan

15 Jun 2026, 21:07 WIBFiction