Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Syair Hujan pada Rintik Purba

[PUISI] Syair Hujan pada Rintik Purba
ilustrasi rintik hujan (pexels.com/Burak The Weekender)

Rintik teduh menggugurkan sunyi,
bagai kidung purba yang terucap lirih.
Di balik mega yang muram berseri,
terdengarlah bisik alam teramat bening.

Angin lembayung menggesek pepohonan renta,
membawa wangi tanah yang bangkit dari lena.
Hujan turun laksana tirai semesta,
menyelubung hari dengan sejuk tak terkira.

Titik air menari di pelataran senja,
membangunkan kenangan yang lama terpendam.
Seolah zaman lampau kembali berjaga,
mengiring langkah dalam teduh kelam.

Wahai hujan, titahmu menjalin hening,
menganyam waktu menjadi syair usang.
Dalam gemericikmu aku pun termangu bening,
merapal doa semoga damai tak lekang sepanjang musim datang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi

10 Mar 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction