Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Menyimpan Kimpul agar Tidak Cepat Bertunas dan Busuk
ilustrasi umbi-umbian (pexels.com/Daniel Dan)
  • Kimpul, umbi lokal keluarga talas kaya karbohidrat, serat, dan vitamin C, sensitif terhadap kelembapan sehingga mudah bertunas atau membusuk bila penyimpanannya tidak tepat.
  • Kimpul sebaiknya tidak dicuci setelah dibeli; simpan tetap kering di tempat sejuk, berventilasi baik, serta gunakan rak, keranjang, atau kotak berlubang, bukan plastik tertutup.
  • Simpan umbi dalam kondisi kulit utuh, pisahkan yang luka atau mulai rusak, dan periksa rutin untuk segera mengolah yang menurun kualitasnya atau membuang yang busuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kalau melihat sekilas, kimpul memang sering dikira talas. Padahal, umbi yang satu ini memiliki karakteristik dan cita rasa berbeda.  Kimpul merupakan tanaman umbi lokal dari keluarga talas-talasan, dengan nama ilmiah Xanthosoma sagittifolium. Makanan ini dikenal juga sebagai talas Belitung, berupa umbi batang yang kaya akan karbohidrat, serat, serta vitamin C.

Kimpul dapat diolah menjadi berbagai makanan lezat seperti gethuk, keripik, kolak, hingga perkedel. Teksturnya yang pulen, lembut, dan sedikit masir serta kenyal saat diolah, membuatnya mudah lumer atau hancur di mulut ketika dikonsumsi. Sayangnya, kimpul termasuk umbi yang cukup sensitif terhadap kelembapan. Jika disimpan dengan cara yang kurang tepat, umbi ini mudah bertunas hingga membusuk sebelum sempat diolah.

Agar kualitasnya tetap terjaga, simak cara menyimpan kimpul berikut ini!

1. Jangan dicuci setelah membeli

ilustrasi menyimpan umbi-umbian (pexels.com/Guillermo Berlin)

Banyak orang terbiasa mencuci semua bahan makanan begitu tiba di rumah. Namun, cara ini justru tidak disarankan untuk kimpul. Air yang tersisa pada permukaan umbi dapat meningkatkan kelembapan sehingga memicu pertumbuhan jamur dan bakteri penyebab pembusukan.

Biarkan kimpul tetap kering dan kotor dengan sisa tanah agar kulit pelindungnya tidak rusak atau memicu kelembapan. Kamu dapat mencuci kimpul hanya ketika akan dimasak atau diolah.

2. Simpan di tempat sejuk dan kering

ilustrasi area tempat kering dan sejuk (pexels.com/Skylar Kang)

Kimpul paling baik disimpan pada ruangan yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari meletakkannya di tempat yang lembap atau terkena sinar matahari langsung, karena kondisi tersebut bisa mempercepat pertumbuhan tunas dan memperpendek umur simpan.

Di samping itu, area penyimpanan dengan kelembapan yang terlalu tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan mempercepat pembusukan. Rak penyimpanan terbuka, keranjang anyaman, atau kotak berlubang menjadi pilihan yang lebih baik dibanding wadah kedap udara untuk menyimpannya.

3. Hindari menyimpan dalam plastik tertutup

ilustrasi plastik tertutup (pexels.com/https://kaboompics.com/)

Kantong plastik dapat memerangkap uap air hasil respirasi umbi. Lama-kelamaan, kelembapan di dalam kantong meningkat sehingga kimpul jadi lebih cepat membusuk.

Jika ingin menyimpannya dalam wadah, kamu bisa menggunakan alas kantong kertas atau jerami kering untuk menyerap sisa kelembapan berlebih. Pastikan tempat penyimpannya memungkinkan udara tetap mengalir dengan baik agar tidak cepat busuk, ya.

4. Simpan dalam kondisi masih utuh

ilustrasi umbi-umbian utuh (pexels.com/Mary Rose)

Kimpul sebaiknya disimpan dalam kondisi kulit masih utuh dan belum dikupas. Umbi yang rusak lebih mudah menjadi tempat berkembangnya jamur dan bakteri sehingga lebih cepat membusuk.

Selain itu, hindari menyimpan kimpul yang memiliki luka, memar, bekas sayatan, mulai bertunas, atau menunjukkan tanda-tanda busuk bersama umbi yang masih sehat. Kamu bisa mengolah terlebih dahulu kimpul yang kondisinya kurang baik agar tidak memengaruhi kualitas kimpul lainnya selama penyimpanan.

5. Periksa kondisinya secara berkala

ilustrasi memeriksa bahan makanan (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Lakukan pemeriksaan secara berkala pada kimpul yang telah disimpan. Jika ada yang mulai lunak, berjamur, atau membusuk, segera pisahkan dari umbi yang masih utuh dan sehat.

Pemeriksaan rutin juga membantumu mendeteksi lebih awal jika ada tanda-tanda kimpul mulai bertunas atau mengalami perubahan warna. Dengan begitu, umbi yang masih layak konsumsi dapat segera diolah, sementara yang sudah rusak dapat dibuang agar tidak mempercepat kerusakan pada kimpul lainnya.

Cara menyimpan kimpul sebenarnya cukup sederhana. Kamu bisa melakukan kelima cara di atas di rumah. Dengan penyimpanan yang tepat, kimpul dapat bertahan lebih lama dan kualitasnya tetap terjaga hingga siap diolah menjadi berbagai hidangan favorit di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article