5 Dessert Timur Tengah Berbahan Air Mawar, Manis dengan Aroma yang Khas

Penggunaan air mawar sebagai pewangi dan produk kecantikan sudah menjadi hal lumrah. Namun, pernahkah kamu menggunakannya untuk membuat makanan atau minuman? Cairan aromatik tersebut justru menjadi bahan pokok dalam budaya kuliner Timur Tengah, Asia Selatan, dan Mediterania, lho.
Air mawar sering digunakan dalam makanan manis dan dessert, baik dicampur langsung dengan adonan maupun sebagai saus. Rasa dan aromanya memang lebih ringan dibanding sirup mawar, tapi tetap gunakan secukupnya untuk menghindari cita rasa seperti parfum. Daripada penasaran, berikut ini beberapa dessert khas Timur Tengah berbahan air mawar.
1. Mahalabia

Mahalabia termasuk puding susu yang digemari di berbagai negara Arab, Timur Tengah, dan Mediterania. Sepintas mirip panna cotta Italia, tetapi diberi tambahan pistachio yang renyah dan sedikit air mawar sebagai bahan aromatik. Sering kali disajikan sebagai hidangan penutup saat makan siang atau makan malam, terutama pada musim panas.
Dessert satu ini terbuat dari susu, yang dicampur dengan gula, tepung maizena, dan air mawar. Kemudian dimasak hingga mengental dan didinginkan selama beberapa jam. Semakin nikmat disajikan dalam kondisi dingin dengan topping kacang, buah, atau kelopak bunga mawar yang dapat dikonsumsi.
2. Aish el saraya

Dessert dingin lainnya yang dibuat menggunakan air mawar, yaitu aish el saraya. Makanan penutup ini terkenal di wilayah Levant yang meliputi Lebanon, Suriah, Yordania, dan Palestina. Masyarakat setempat sering menyajikannya saat Idul Fitri, acara keagamaan, dan acara kumpul keluarga.
Aish el saraya merupakan puding roti tawar yang disiram sirup karamel dengan lapisan krim ashta. Krim itu terbuat dari campuran susu, krim kental, gula pasir, tepung serbaguna, maizena, dan air mawar yang dimasak hingga mengental. Lapisan roti tawar dan ashta tersebut didinginkan hingga set, setelah itu disajikan dengan garnish serta pistachio.
3. Lokum

Selain puding, air mawar juga digunakan untuk membuat camilan kenyal yang cukup populer, namanya lokum atau Turkish delight. Makanan manis ini memang punya banyak varian rasa, tetapi versi klasiknya adalah rasa air mawar. Kamu bisa menjumpainya dengan mudah di jalanan Istanbul dan sering menjadi pilihan untuk oleh-oleh.
Kamu tidak harus ke Turki dulu untuk bisa mencicipinya, karena dapat dibuat di rumah. Secara tradisional, terbuat dari gula, gelatin, dan tepung jagung, kemudian diberi rasa air mawar dan taburan aneka kacang atau buah kering. Setelah berhasil membuatnya, dapat disimpan hingga dua minggu pada suhu ruangan.
4. Basbousa

Basbousa punya nama dan cara pembuatan yang berbeda, tergantung wilayahnya, harisa (Arab), shamali (Armenia dan Yunani), serta revane (Bulgaria). Hidangan penutup ini menjadi bagian dari budaya kuliner Mesir sejak abad ke-10 yang biasa disajikan selama Ramadan. Biasanya terbuat dari tepung semolina, tapi kadang diganti dengan farina atau mengombinasikan keduanya.
Kue ini dibuat dari campuran semolina, yogurt Yunani, mentega, gula pasir, serta baking powder. Adonan tersebut dipanggang dalam oven hingga matang, setelah itu disiram dengan sirup selagi masih masih panas. Sirupnya terbuat dari campuran air, gula pasir, air perasan lemon, dan air mawar.
5. Baklava

Bagi yang suka kue dengan lapisan renyah, maka wajib mencicipi baklava. Rasanya tidak terlalu manis dan punya ciri khas yang mudah dikenali. Namun, versi Persia punya aroma dan cita rasa Timur Tengah yang lebih kuat dibanding wilayah lain, karena menggunakan air mawar, kapulaga, dan ghee bersamaan.
Lapisan baklava terbuat dari adonan phyllo dan kacang yang disusun bergantian. Kemudian dipanggang dan disiram dengan sirup saat masih fresh from the oven. Biarkan sirup meresap semalaman, setelah itu taburi dengan pistachio sebelum disajikan.
Penggunaan air mawar dalam dessert khas Timur Tengah dapat memberikan aroma harum yang lembut. Bahkan, Festival Air Mawar digelar setiap tahun pada bulan Mei hingga Juni untuk merayakan panen di wilayah Kashan, Iran. Hal ini menjadi bukti tradisi kuliner yang sudah turun-temurun.


















