Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Etika Makan Ramen, Cara Benar Nikmati Seperti Orang Jepang

6 Etika Makan Ramen, Cara Benar Nikmati Seperti Orang Jepang
ilustrasi makan ramen (unsplash.com/Jason Leung)

Siapa tak tahu ramen, salah satu kuliner Jepang yang semakin populer dan digemari di berbagai negara, termasuk Indonesia. Makanan berkuah ini dikenal dengan cita rasa yang beragam, punya mie kenyal, serta topping yang menggugah selera. Namun, di balik kelezatannya, ada etika makan ramen yang penting untuk dipahami agar pengalaman menyantapnya terasa lebih autentik.

Mengetahui tata cara makan ramen tidak hanya membantu kamu menikmati hidangan dengan cara yang tepat, tapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap budaya Jepang. Sebab ternyata, dari cara menyantap mie hingga kebiasaan kecil saat berada di restoran, semuanya punya makna tersendiri. Lantas, apa saja sih etika makan ramen yang perlu diperhatikan?

1. Cicipi supnya sebelum makan mienya

ramen shouyu
ramen shouyu (pexels.com/Airam Dato-on)

Sudah bukan rahasia lagi kalau butuh waktu berjam-jam untuk membuat kuah ramen yang umami. Untuk itu, meski tak tertulis, sebaiknya makan ramen dimulai dengan mencicipi sup terlebih dahulu. Biasanya, kamu akan diberikan renge atau sendok sup khas Jepang yang digunakan untuk menikmati tegukan pertama.

Selain itu, kamu juga boleh langsung menyeruput kuah dari mangkuk dengan menangkupnya menggunakan kedua tangan. Cara ini membantu aroma kuah yang kaya terasa lebih maksimal saat terhirup. Namun tetap hati-hati, karena kuah ramen biasanya disajikan sangat panas, itulah mengapa banyak orang memilih menggunakan renge terlebih dahulu.

2. Seruput ramen tanda menikmati makanan

Ya! Salah satu hal pertama yang akan kamu sadari saat menikmati ramen di Jepang adalah suara seruputan yang ramai terdengar di penjuru restoran. Berbeda dengan kebiasaan makan di Barat, menyeruput mie di Jepang bukan hanya diperbolehkan, tapi juga disarankan. Hal ini dianggap sebagai tanda bahwa kamu menikmati hidangan tersebut, sekaligus menunjukkan bahwa mie disantap dalam kondisi masih panas dan segar.

Menyeruput mie juga membantu mendinginkannya sedikit sebelum masuk ke mulut, sehingga tidak langsung membakar lidah. Bahkan, bagi para chef ramen, suara seruputan bisa menambah semangat sebagai tanda bahwa pelanggan menikmati mie yang disajikan.

3. Jarang ada garpu, pakai alat makan yang disediakan

ilustrasi makan ramen
ilustrasi makan ramen (unsplash.com/Jason Leung)

Saat menikmati ramen, penting untuk terbiasa menggunakan sumpit dan sendok sup dengan tepat. Sumpit digunakan untuk mengambil mie dan topping, sedangkan sendok dipakai untuk menikmati kuahnya. Dan cara memakai sendok adalah dengan didekatkan ke mulut saat menyeruput kuah agar tidak mudah tumpah atau menyiprat ke mana-mana.

Selain itu, melipat tisu menjadi semacam celemek sederhana juga sering dilakukan untuk mencegah cipratan kuah mengenai pakaian. Kamu juga perlu tahu bahwa berbeda dengan restoran Barat, garpu tidak sering disediakan di kedai ramen. Bahkan, di beberapa tempat atau restoran tradisional, menggunakan garpu bisa dianggap kurang sopan.

4. Sat set, makan ramen wajib cepat

Saat menikmati ramen, sebaiknya tidak berlama-lama di meja, terutama di kedai-kedai ramen di kota besar seperti Tokyo. Ada semacam aturan tidak tertulis bahwa setelah selesai makan, pelanggan diharapkan segera beranjak agar memberi tempat bagi yang lain. Perputaran pelanggan yang cepat juga menjadi alasan kenapa harga ramen relatif terjangkau.

Di sisi lain, ramen memang paling nikmat disantap sesaat setelah disajikan, ketika mie masih kenyal dan kuahnya masih panas. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama tekstur mie bisa berubah menjadi lembek dan rasanya gak lagi maksimal. Jadi, setelah menyeruput kuah pertama, sebaiknya langsung lanjut menikmati mie tanpa menunda.

5. Hindari menambahkan bumbu secara berlebihan

ilustrasi menghidangkan ramen
ilustrasi menghidangkan ramen (unsplash.com/Kristian Angelo)

Beberapa toko ramen memang menyediakan bumbu tambahan di meja yang bisa digunakan sesuai selera, seperti cabai bubuk, bawang putih cincang, minyak cabai, hingga wijen atau lada. Namun sebelum menambahkan kondimen tersebut, gak ada salahnya kamu mencoba menikmati ramen secara original. Dengan begitu, kamu bisa merasakan cita rasa asli yang sudah diracik oleh koki.

Nah, setelah sekitar setengah porsi habis, barulah kamu boleh menambahkan bumbu pelengkap jika ingin. Cara ini membuat kamu lebih menghargai rasa dasar ramen sebelum dimodifikasi dengan tambahan bumbu. Dan, pengalaman makan jadi terasa lebih utuh karena kamu mencicipinya sesuai dengan versi yang diinginkan sang koki terlebih dahulu.

6. Ucapankan terima kasih yang tulus

Saat meninggalkan kedai ramen, ada kebiasaan sederhana warga lokal yang juga bisa kamu lakukan, yaitu mengucapkan “gochisousama deshita” kepada staf. Ungkapan ini berarti “terima kasih atas hidangannya” dan sudah menjadi bagian dari etika makan di Jepang. Meski terdengar sederhana, kalimat ini punya makna yang hangat sebagai bentuk apresiasi setelah menikmati makanan.

Hampir semua orang Jepang terbiasa mengucapkannya, jadi kamu juga bisa ikut mencoba. Selain terasa lebih autentik, cara ini juga menunjukkan rasa hormat kepada orang yang telah menyiapkan hidanganmu. Siapa tahu, ucapan kecil ini juga bisa membuat staf tersenyum.

Memahami etika makan ramen bukan hanya soal mengikuti kebiasaan, tapi juga cara sederhana untuk lebih menghargai budaya Jepang. Dari cara menikmati mie hingga sikap saat berada di kedai, semuanya membentuk pengalaman makan yang berbeda dari biasanya. Dan pada akhirnya, ramen gak sekadar makanan cepat saji, tapi juga momen makan yang bisa dinikmati dengan penuh makna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum
Follow Us

Related Articles

See More

5 Jenis Wortel Paling Enak buat Carrot Cake, Rasa Manisnya Pas!

26 Apr 2026, 11:15 WIBFood